Pantau Wisma Atlet, Presiden Jokowi Berharap Tak Digunakan Sebagai RS Darurat Covid-19

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan "lockdown" tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
23 Maret 2020 10:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melihat langsung kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta sebagai rumah sakit darurat untuk pasien virus corona (Covid-19). Senin (23/3/2020) sore, rencananya gedung ini akan siap digunakan dengan kapasitas 3.000 pasien.

“Tapi saya berharap rumah sakit darurat corona tidak digunakan. Artinya rumah sakit yang ada yang telah kita siapkan jauh sebelumnya telah bisa melaksanakan penanganan virus corona ini,” kata Jokowi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020) pagi.

Presiden datang sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan masker dan sarung tangan. Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Sebelumnya dalam informasi resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dari 10 menara yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, 4 menara akan digunakan sebagai RS Darurat yakni menara 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D10.

Adapun, Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta terdiri dari 10 menara dengan jumlah hunian sebanyak 7.426 unit. Luas bangunan di Wisma Atlet Kemayoran adalah 468.700 meter persegi.

Wisma Atlet Kemayoran terdiri dari dua zona. Pertama berada di Blok C yang berada dekat dengan pintu tol Ancol dengan jumlah tiga tower dan unit hunian sebanyak 1.932 unit. Kedua berada di Blok D10 yang berada di belakang RS Mitra Kemayoran dengan total hunian sebanyak 5.494 unit. Total kapasitas hunian yang ada 22.278 orang.

Wisma Atlet secara efekfif disulap menjadi rumah sakit darurat Covid-19 selama tiga hari. Pembenahan kawasan ini dikerjakan oleh sejumlah BUMN Karya.

Hingga Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB, Indonesia melaporkan 514 kasus positif Covid-19. Sebanyak 29 orang di antaranya telah sembuh, sedangkan 48 orang meninggal dunia.

Sumber : Bisnis.com