Advertisement
Kasus Positif Corona di Jateng Meningkat, Gubernur Ganjar Instruksikan Lacak Riwayat Pasien
Ilustrasi-Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Stadion Aquatik, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di area Gelora Bung Karno. Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG - Jawa Tengah menjadi wilayah dengan kasus pasien positif virus corona atau Covid - 19 di terus bertambah, Sabtu (21/3/2020). Data terakhir jumlah pasien positif menjadi 14 dari sebelumnya 12 kasus.
Menyikapi hal tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau agar bupati dan walikota untuk terus bergerak melakukan tracking pasien dan kampanye hidup sehat.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto mengatakan dua pasien positif tersebut telah dirawat beberapa hari di RS Margono dan RS Kraton. Dari hasil tracking yang dilakukan, kedua pasien tersebut tidak ada riwayat perjalanan dari luar negeri.
"Hanya saja yang Pekalongan ada keluarganya yang punya riwayat perjalanan luar negeri. Kedua pasien itu berjenis kelamin lelaki dewasa" kata Yuli, Sabtu (21/3/2020).
Dengan tambahan dua pasien positif tersebut kini total kasus Covid-19 di Jawa Tengah menjadi 14 positif, 3 di antaranya sudah meninggal. Sebanyak 138 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat dan sebanyak 2.391 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sampai saat ini 58 rumah sakit yang telah ditetapkan sebagi rujukan terus menggunakan protokol kesehatan secara cepat setiap ada pasien yang ditetapkan positif virus corona.
"Kami memantau secara intens dan juga dilapori bupati dan walikota setempat. Mereka cukup serius. Sehingga kami bisa meng-update terus dan memudahkan kita untuk menyiapkan langkah-langkah berikutnya," kata Ganjar.
Dalam beberapa hari terakhir, menurut Ganjar terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada status ODP. Hal tersebut, lanjut Ganjar terjadi karena dua hal. Pertama, tingginya intensitas tracking yang dilakukan jajarannya, serta banyaknya masyarakat yang pro aktif memeriksakan diri.
"Jadi tidak usah takut untuk periksa. Kita menyiapkan skenario, jika positif langsung kita rujuk ke RS. 58 kita siapkan, ditambah rumah swasta yang siap membantu. Kita juga bisa meminjam provinsi lain jika kekurangan tenaga medis," tandasnya.
Terdapat dua wilayah di Jawa Tengah yang warganya berstatus ODP, yakni Kota Semarang dengan 606 ODP dan Kabupaten Temanggung dengan 414 ODP. Ganjar berharap masyarakat benar-benar menerapkan pola hidup sehat, dari olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi hingga istirahat yang cukup.
"Makanya kepada Bupati dan Walikota saya mengatakan ini saatnya kita bergerak masif dengan menggerakkan tokoh agama, tokoh masyarakat sampai hansip dan lainnya untuk memberi pembelajaran kepada masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Viral! Perempuan Thailand Nikahi Dua Pria Austria Sekaligus
- Persebaya Unggul 1-0 atas Persib lewat Penalti Bruno
- PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2, Duel Sengit di Babak Pertama
- Aramco Tutup Kilang Ras Tanura Seusai Serangan Drone
- Polisi Ungkap Bubuk Mercon Korban Dibeli via COD
- Apple Tunda Rilis iPad Lipat 18 Inci ke 2029
- KPK Dalami Dugaan Mark Up di Program Makan Bergizi Gratis
Advertisement
Advertisement








