OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Jusuf Kalla./Antara-Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, JAKARTA--Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia memprihatinkan.
Ketua Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menyebut, rata-rata kenaikkan pasien positif virus corona Covid-19 per harinya mencapai angka 30 persen.
Data tersebut merujuk pembaruan informasi yang terus dilakukan pemerintah. Per hari ini, jumlah pasien positif corona naik menjadi 172 orang. Senin (16/3/2020), ada 134 orang positif corona.
"Tiap hari di Indonesia naik rata-rata 30 persen penderita. Menteri sampaikan kemarin masih 130, hari ini sudah 174, itu sudah naik 40 orang dalam waktu satu hari. Bagaimana kalau sebulan? Ini semua suatu masalah besar yang kita hadapi," kata Jusuf Kalla di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2020).
Mantan Wakil Presiden RI itu menilai, angka pasien positif corona berpotensi bertambah kalau dibarengi proses pemeriksaan kepada lebih banyak masyarakat.
Sebab, kata Jusuf Kalla, angka pasien positif corona saat ini diketahui berdasarkan jumlah pemeriksaan yang baru dilakukan terhadap sekitar 1.200 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.