Dampak Corona, Pertumbuhan Ekonomi DIY Dikoreksi

Ilustrasi - Reuters/Dado Ruvic
10 Maret 2020 22:27 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merebaknya virus Corona (Covid-19) berdampak pada perekonomian global dan nasional. Bank Indonesia DIY pun mulai menghitung penyesuaian target pertumbuhan ekonomi DIY untuk 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, menyebutkan BI DIY akan menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi DIY karena ekonomi DIY bukan sistem yang mandiri. Perekonomian di Yogyakarta dipengaruhi perekonomian global dan nasional.

"Kalau global dan nasional merevisi [target pertumbuhan ekonomi], maka DIY ikut merevisi targetnya karena menyesuaikan dengan target nasional. Masalah revisi sedang kami hitung karena beda pengaruhnya antara nasional dan DIY," ujar dia, Selasa (10/3/2020).

Pengaruh Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi di DIY akan dilihat dahulu sektor mana yang terpengaruh. Pada umumnya ia melihat tujuan ekspor DIY bukan ke China, tetapi ke Jepang dan negara di Amerika Serikat dan Eropa.

Namun, DIY tetap harus mewaspadai dampak rambatan yang tidak langsung terutama jika negara tujuan ekspor juga memiliki hubungan dagang dengan China. Ketika negara tersebut mengalami penurunan permintaan, maka akan berpengaruh pada perekonomian DIY.

"Semoga kondisi DIY bisa lebih baik daripada global dan nasional. Dan semoga koreksinya tidak setajam koreksi nasional. Pada 2019 kami tumbuh 6,6 persen, sedangkan pada 2020 awalnya pertumbuhan ekonomi kami targetkan 5,8 persen. Untuk revisinya sedang kami hitung," ujar dia.

Ia melihah sejauh ini ekspor DIY masih tetap berjalan. Tetapi ada beberapa yang terhambat karena masalah pengiriman. Untuk impor, ada sektor yang terpengaruh terutama industri yang memerlukan bahan baku dari China misalnya produksi sarung tangan di mana ada bahan aksesori dan plastik yang diimpor dari negeri Tirai Bambu.

Untuk sektor pariwisata, ia mengatakan kunjungan ke DIY didominasi wisatawan domestik sehingga tidak begitu terpengaruh. "Kami maksimalkan untuk menggaet wisatawan domestik. Misalnya wisatawan domestik yang tadinya mau pelesir ke luar negeri, beralih ke dalam negeri salah satunya ke DIY. Kami harus kampanyekan DIY aman untuk dikunjungi," ujar dia.

Sampai saat ini DIY masih negatif kasus Covid-19 sehingga hal ini menjadi modal untuk keyakinan wisatawan berkunjung. BI DIY juga mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata (Dispar) DIY yang terus mengampanyekan DIY aman untuk dikunjungi.

"Untuk stimulus ekonomi yang ditawarkan, kalau BI sudah ada kebijakan pelonggaran likuiditas. Sekarang tinggal dipadukan insentif dari pemerintah baik fiskal dan perizinan. Mudah-mudahan bisa jadi cepat bangkit," papar dia.

Pemda DIY melalui Dispar terus mengampanyekan DIY aman untuk dikunjungi wisatawan. Dinas Pariwisata pun tidak merevisi target kunjungan dan ada memaksimalkan wisatawan nusantara.

Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo, mengatakan penyebaran Covid-19 sangat cepat sehingga menimbulkan kerasahan di masyarakat. Hal ini harus dihadapi dan disikapi dengan tepat agar tidak membawa dampak yang buruk ke berbagai sektor termasuk sektor wisata.

Ia mengatakan DIY sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia terus mengampanyekan Jogja aman untuk dikunjungi wisatawan. Meskipun banyak penerbangan dari dan ke luar negeri khususnya ke beberapa negara yang terjangkit Covid-19, Dispar DIY optimistis kunjungan wisata ke DIY tidak akan berkurang. "Kami pastikan Jogja aman dan silakan kunjungi destinasi wisata di DIY," kata dia.