Ketua Umum PP Muhammadiyah: Jangan Halalkan Segala Cara untuk Menangi Pilkada

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat memberikan keterangan imbauan terkait pelaksanaan Pilkada 2020, Jumat (6/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
08 Maret 2020 23:07 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pilkada 2020 tersisa enam bulan lagi. Sejumlah pihak berharap pesta demokrasi ini bisa berjalan aman, damai dan bebas dari politik uang serta kontestan tidak menghalalkan segala cara.

Di DIY, tiga kabupaten yang bakal menggelar pemilihan kepala daerah masing-masing Gunungkidul, Bantul dan Sleman. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan pilkada serentak harus membawa suasana damai, kondusif, dan menyebarkan benih kebaikan. Pelaksananya harus memiliki semangat untuk hidup rukun dalam perbedaan dan membawa kemajuan daerah menjadi lebih baik. Jangan sampai penyelenggaraan Pilkada justru berlawanan dengan prinsip demokrasi yang berujung mencederai proses reformasi. Terpenting jangan sampai prosesnya diwarnai tindakan menghalalkan segala cara termasuk politik uang.

"Kami mengimbau agar semua pihak tak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, termasuk menghindari politik uang. Jangan sampai melanggar hukum dan ketertiban sosial," kata Haedar Nashir di Gedung Grha Suara Muhammadiyah, akhir pekan lalu.

Menurutnya, kompetisi pilkada harus berjalan dengan sehat sesuai dengan aturan yang berlaku. Harapannya, perhelatan itu membuat demokrasi menjadi lebih berkualitas dan tak sekadar prosedural. Jangan sampai melahirkan sisa politik seperti kerusuhan, perseteruan, adu domba, fitnah, hoaks yang dapat meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. "Dan harus menghindari hal-hal yang merusak bangsa. Pelaksanaan Pilkada harus berjalan dengan damai," katanya.

Bagi kontestan Pilkada yang menang, kata Haedar, harus menjadikannya sebagai amanah dan tidak perlu melakukan pesta kemenangan yang justru membuat pihak yang kalah merasa terkhianati. Sebaliknya yang kalah juga harus menerima dengan ikhlas, sebagaimana permainan ada yang menang dan kalah, tidak perlu memercikkan suasana permusuhan.

"Jika semua pihak memiliki kekuatan untuk menuntaskan sejumlah masalah maka pilkada akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi Bangsa Indonesia. Maka pilkada harus berjalan aman, damai dan kondusif," ucapnya.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, menyatakan jajarannya sudah berkoordinasi dengan Polda DIY dalam upaya pengamanan pilkada di tiga kabupaten di DIY. Menurutnya berdasarkan pengalaman pilkada periode sebelumnya, yang rawan dan perlu perhatian adalah saat tahap pencalonan. Ia berharap semua pihak memiliki semangat yang sama dalam menjalankan pilkada dengan aman damai. "Kami sudah bertemu Kapolda untuk minta dukungan terkait dengan pengamanan pilkada di tiga kabupaten," katanya.