Bus Study Tour Pelajar SMK Kecelakaan di Tol Madiun-Ngawi, 2 Orang Meninggal Dunia

Kondisi bus rombongan 1 SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo. Karanganyar, yang terlibat kecelakaan di Jl. Tol Madiun - Ngawi Km 599-A Minggu (8/3/2020) dini hari. - Istimewa/JIBI/Solopos
08 Maret 2020 19:27 WIB Candra Mantovani News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Bus yang mengangkut rombongan pelajar SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, terlibat kecelakaan di Jl. Tol Madiun - Ngawi Km 599-A Minggu (8/3/2020) dini hari. Akibat kecelakaan tersebut, seorang kru dari biro wisata dan satu petugas medis meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, salah satu bus yang membawa 45 pelajar dari SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo melaju dari Surabaya menuju ke Solo. Sementara, truk Mitsubishi bernopol AG 9160 R tengah melaju di depan di jalur lambat dengan kecepatan 70 km/ jam. Sekitar pukul 04.45 WIB, di km 599 A Tol Madiun - Ngawi, tiba-tiba bus tersebut menabrak truk dari belakang, diduga lantaran sopir mengantuk.

Kru dari biro jasa dan petugsa medis meninggal dunia akibat luka parah di kepala, yakni Bambang Sri P, 30, warga Soko Tengah, Klaten RT 001/ RW 005, Brangkal, Klaten serta Aqmarina Amajida, 24, warga Banyuanyar, Solo. Seluruh pelajar di dalam bus selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Kepala Tata Usaha (TU) SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Sigit Al Hasan, mengatakan kecelakaan terjadi ketika rombongan dalam perjalanan pulang setelah melakukan kunjungan industri ke Surabaya dan Bali. Total siswa yang ikut dalam kunjungan industri sebanyak 280 siswa kelas XI.

“Itu kejadiannya saat perjalanan pulang. Karena kelas XI ada program kunjungan kerja dan study tour ke Surabaya dan Bali. Itu sudah rangkaian kegiatan,” kata dia.

Lantaran kecelakaan tersebut, rombongan yang dijadwalkan tiba pada subuh tiba sekitar pukul 06.30 WIB di Gondangrejo. Orang tua siswa yang mendengar kabar tersebut sudah menunggu di sekolahan sejak dini hari.

“Karena kecelakaan akhirnya mundur. Tapi semua sudah tenang karena anak-anak dan guru dalam keadaan sehat dan selamat. Saat ini semua sudah kembali ke rumah masing-masing,” imbuh dia.

Sementara itu, guru pendamping rombongan V, Dwi Sudiarso, mengatakan kecelakaan terjadi pada rombongan bus I. Bus yang dia tumpangi sudah jauh di depan dan baru mengetahui adanya kecelakaan setelah menjalankan salat di rest area Km 519.

“Persisnya tidak tahu. Karena bus saya ada jauh di depan. Saya baru dengar setelah salat. Anak-anak di bus 1 akhirnya dievakuasi diikutkan ke sisa bus di belakangnya,” papar dia.

Dwi juga menjelaskan selama perjalanan tidak ada kendala di mesin bus yang mengalami kecelakaan. Saat ini, semua murid sudah di rumah masing-masing dan tidak ada rujukan medis lanjutan.

“Selama perjalanan tidak mogok sama sekali. Semua bagus. Ini peristiwa yang tidak diharapkan semua pihak. Tapi semua murid selamat dan sudah dijemput orang tua. Tidak ada rujukan juga. Semoga semua sehat,” kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos