Virus Radikalisme ISIS Dinilai Lebih Bahaya Ketimbang Virus Corona

SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin, membacakan ikrar antiradikalisme, Senin (14/5). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
07 Maret 2020 16:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang virus Corona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai. 

"Ini lebih jauh mengerikan virus ISIS daripada virus Corona," kata Ansyaad Mbai saat menghadiri diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk 'WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan?', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Ansyaad mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak akan memulangkan ratusan mantan Warga Negara Indonesia (WNI) bekas kombatan ISIS ke Indonesia.

"Sikap pemerintah sudah jelas dan kita harus dukung. Ya menurut saya lebih berbahaya virus ISIS radikal ini daripada virus korona," terangnya.

Menurut Ansyaad, virus korona yang sedang merebak saat ini masih bisa terpantau angka korbannya. Sementara virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS, tidak jelas siapa korban yang sudah terpapar.

"Virus korona sudah jelas angkanya korbannya berapa persen, kalau virus radikal ISIS ini, korbannya bangsa kita ini," katanya.

"Fokus bicara mengapa kita harus begitu waspada virus radikal ISIS ini, saya kira perlu kita ketahui bersama radikalisme ibu kandung terorisme," sambung dia.

Sumber : Okezone