Satu Pasien yang Diisolasi di RSPI Meninggal Dunia

Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus Corona. - Reuters
06 Maret 2020 19:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satu pasien dalam pengawasan di ruang isolasi Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso meninggal dunia. Namun belum bisa dipastikan apakah pasien tersebut meninggal karena infeksi virus Corona atau sebab lain. Secara umum, pasien didiagnosis menderita pneumonia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril terkait penanganan virus Corona, Jumat (6/3/2020).

“[Pasien] yang meninggal ini sampai saat ini masih dievaluaasi, belum dipasitkan hasilnya positif [terinfeksi Corona] atau tidak,” kata Syahril.

Syahril mengingatkan satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal itu memang dalam kondisi kurang baik saat dirujuk ke RSPI dari salah satu rumah sakit swasta.

“Pasien masuk dua hari lalu, dalam keadaaan dirawat dengan ventilator," kata Syahril.

Syahril mengatakan secara umum diagnosanya adalah pneumonia.

Dikutip dari situs alodokter.com, Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada penderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru (alveoli) akan meradang dan dipenuhi cairan atau nanah. Akibatnya, penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil.

Ihwal hasil pemeriksaan, Syahril mengatakan masih menunggu hasil dari laboratorium.

Sebelumnya, Juru Bicara Penanganan Corona Virus untuk Indonesia Achmad Yurianto menjelaskan untuk kasus pertama telah mendapatkan 80 orang terkait. Namun tidak semua orang terkait tersebut diawasi karena hanya beberapa yang berada dalam satu ruangan dengan pasien pada kasus pertama dan melakukan kontak dekat.

Sebanyak tujuh orang di antaranya tercatat mengalami influenza sedang. "Dari 7 orang itu terdapat 2 orang confirm positif yang kita sebut kasus nomor 3 dan 4," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia