Ini Sikap Resmi Cak Nanto Ketua Pemuda Muhammadiyah tentang Penolakan Pengajian Harlah NU di Kauman

Sunanto memberikan sambutan setelah terpilih secara resmi menjadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah di Sportorium UMY, Rabu malam (28/11/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
05 Maret 2020 19:07 WIB Saeno News Share :

Harianjogja.comJAKARTA - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan Muhammadiyah dan NU selama ini selalu bergandengan tangan memajukan bangsa, termasuk di sektor pendidikan. Sikap saling menghormati dan menjaga marwah masing-masing senantiasa dirawat dan dijaga.

Cak Nanto, sapaan Sunanto, menyampaikan pandangan itu dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Kamis (5/3/2020).  Cak Nanto berharap hubungan baik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas yang selalu bergandengan tangan memajukan bangsa senantiasa dirawat dan dijaga.

"Bahwa Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah menyadari Muhammadiyah dan NU selalu bergandengan tangan memajukan bangsa termasuk di sektor pendidikan, sehingga sikap saling menghormati dan menjaga marwah masing-masing senantiasa dirawat dan dijaga," kata Cak Nanto.

Terkait peristiwa di Kauman, Kota Jogja, Cak Nanto meminta jajaran Pemuda Muhammadiyah di daerah untuk selalu menjaga silaturahmi. Sebelumnya, PCNU Kota Jogja berencana menggelar pengajian akbar untuk merayakan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 NU di Kauman, Kamis (5/3/2020) malam. Pengajian akan mendatangkan Gus Muwafiq. Namun, sejumlah orang menolak pengajian tersebut dan memasang berbagai spanduk penolakan. Alasan mereka, Kauman adalah basis Muhammadiyah. Mereka juga menganggap Gus Muwafiq pernah menimbulkan kontroversi saat menyampaikan ceramah tentang Nabi Muhammad. Warga Kauman kemudian membubuhkan tanda tangan penolakan pengajian. Penolakan itu mendorong Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengimbau PCNU memindahkan pengajian. Belakangan, PCNU menggeser lokasi pengajian ke Universitas Nahdlatul Ulama di Umbulharjo.

"Saya sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah meminta pihak Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY untuk menjaga langkah toleransi dan menjaga hubungan silaturahim dalam dakwah," kata Cak Nanto.

Cak Nanto berharap dalam menyelesaikan perbedaan pendapat yang terjadi dialog lebih dikedepankan.

"Bahwa dalam menjalankan roda organisasi, kami sangat menngedepankan dialog dan tabayyun serta toleransi terhadap setiap perbedaan pandangan ataupun pendapat antarkalangan," ujarnya.

Cak Nanto pun mengklarifikasi beredarnya foto atau meme yang berjudul Himbauan Bagi Warga NU yang mencatut namanya.

Disebutkan Cak Nanto bahwa imbauan tersebut, sebagaimana telah terlihat dan tersebar di media sosial, bukan merupakan perkataan ataupun kutipan dirinya selaku Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

"Saya memiliki latar belakang pendidikan di sekolah NU sehingga foto atau quotes design yang beredar itu jelas sangat ngawur," ujar Cak Nanto.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia