Pemerintah Pertanyakan Perusahaan yang Mensyaratkan Surat Bebas Corona

Juru Bicara Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto. - Antara
05 Maret 2020 04:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Wabah virus Corona atau COVID-19 membuat kewaspadaan diterapkan di berbagai bidang, termasuk dunia usaha.

Achmad Yurianto, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Jenis Baru COVID-19,  mempertanyakan langkah sejumlah perusahaan yang mensyaratkan surat bebas Corana di lingkungan perusahaan mereka. Yuri menilai langkah itu justru akan menimbulkan permasalahan yang semakin pelik dalam hal menghadapi penyebaran virus Corona.

“Ya kalau seseorang tidak punya kontak positif yang kuat dengan suspek Corona, hal itu mengindikasikan tidak diperlukan tes Corona bagi mereka,” kata dia saat Konferensi Pers terkait Update Corona di Lobby Auditorium Siwabessy Lantai 2 Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2020).

Yurianto menerangkan tes virus untuk Corona itu bukan untuk pengobatan karena saat ini belum ada obatnya. Melainkan untuk mendeteksi titik-titik penyebaran virus yang diemban oleh seseorang yang telah terinfeksi.

Menurutnya, pertimbangan pemerintah ialah untuk menjaga kesehatan masyarakat. Oleh karana itu, ia mengimbuhkan, pelan-pelan pemerintah meminta masyarakat untuk memahami ini. Kendati demikian, ia mengatakan, pihaknya memiliki data bahwa 50% lebih sudah sembuh.

Total terdapat 446 spesimen yang sudah diperiksa berkaitan dengan hasil penelusuran jejak kontak berdekatan dengan beberapa suspek Corona di beberapa klaster. Terdapat 11 spesimen di Klaster Bali dengan hasil negatif. Kemudian, di Klaster Amigos terdapat enam specimen – termasuk kasus nomor satu & dua – yang seluruhnya telah diisolasi di di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan tidak menemukan indikasi kontak berdekatan dengan suspek Corana di klaster Batam dan Banjarmasin.

Spesimen masuk berasal dari 48 rumah sakit di 23 provinsi berjumlah 168. Kemudian, klaster Bali berjumlah 11, sementara klaster Amigos terdapat 6. Lalu spesimen lain berasal dari 188 anak buah kapal World Dream, 69 WNI kru kapal Diamond Princess ditambah dengan sepuluh tim penjemput.

Yuri menerangkan pihaknya tidak merekomendasikan sejumlah perusahaan untuk menerbitkan surat bebas Corona.

“Pada prinsipnya jika dia tidak memiliki kontak dengan kasus suspek Corona lalu untuk apa diperiksa?”ucapnya.

Sumber : Bisnis.com