Advertisement
Pemerintah Pertanyakan Perusahaan yang Mensyaratkan Surat Bebas Corona
Juru Bicara Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Wabah virus Corona atau COVID-19 membuat kewaspadaan diterapkan di berbagai bidang, termasuk dunia usaha.
Achmad Yurianto, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Jenis Baru COVID-19, mempertanyakan langkah sejumlah perusahaan yang mensyaratkan surat bebas Corana di lingkungan perusahaan mereka. Yuri menilai langkah itu justru akan menimbulkan permasalahan yang semakin pelik dalam hal menghadapi penyebaran virus Corona.
Advertisement
“Ya kalau seseorang tidak punya kontak positif yang kuat dengan suspek Corona, hal itu mengindikasikan tidak diperlukan tes Corona bagi mereka,” kata dia saat Konferensi Pers terkait Update Corona di Lobby Auditorium Siwabessy Lantai 2 Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2020).
Yurianto menerangkan tes virus untuk Corona itu bukan untuk pengobatan karena saat ini belum ada obatnya. Melainkan untuk mendeteksi titik-titik penyebaran virus yang diemban oleh seseorang yang telah terinfeksi.
Menurutnya, pertimbangan pemerintah ialah untuk menjaga kesehatan masyarakat. Oleh karana itu, ia mengimbuhkan, pelan-pelan pemerintah meminta masyarakat untuk memahami ini. Kendati demikian, ia mengatakan, pihaknya memiliki data bahwa 50% lebih sudah sembuh.
Total terdapat 446 spesimen yang sudah diperiksa berkaitan dengan hasil penelusuran jejak kontak berdekatan dengan beberapa suspek Corona di beberapa klaster. Terdapat 11 spesimen di Klaster Bali dengan hasil negatif. Kemudian, di Klaster Amigos terdapat enam specimen – termasuk kasus nomor satu & dua – yang seluruhnya telah diisolasi di di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan tidak menemukan indikasi kontak berdekatan dengan suspek Corana di klaster Batam dan Banjarmasin.
Spesimen masuk berasal dari 48 rumah sakit di 23 provinsi berjumlah 168. Kemudian, klaster Bali berjumlah 11, sementara klaster Amigos terdapat 6. Lalu spesimen lain berasal dari 188 anak buah kapal World Dream, 69 WNI kru kapal Diamond Princess ditambah dengan sepuluh tim penjemput.
Yuri menerangkan pihaknya tidak merekomendasikan sejumlah perusahaan untuk menerbitkan surat bebas Corona.
“Pada prinsipnya jika dia tidak memiliki kontak dengan kasus suspek Corona lalu untuk apa diperiksa?”ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Paranormal Pernah Ajukan sebagai Pekerjaan di KTP Warga Gunungkidul
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Uji Coba Zero ODOL Dimulai 27 Januari 2026, Kemenhub Andalkan Digital
- Menkeu Purbaya Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga
- Target 2026: Insentif Guru Non-ASN Naik, Pelatihan Diperluas
- Tanah Ambles di Kemadang Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
- BPK Soroti Proyek Kereta Cepat, WIKA Berpotensi Rugi Rp2,27 Triliun
- Hakim Bebaskan Penjaga Palang Kasus KA Batara Kresna
- PLN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pekalongan
Advertisement
Advertisement



