Pajak Penghasilan Toko Online Dimajukan 1 Oktober, Ini Penjelasan DJP
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Kertas pengumuman \"Maaf Stock Masker Kosong\" dipasang di pintu Apotik Hayam Wuruk, Jogja, Selasa, (3/3/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Kelangkaan masker dan peningkatan harga pada sejumlah alat pelindung diri tenaga medis bisa berdampak pada penanganan virus corona COVID-19. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman WHO di Jakarta, Rabu (4/3/2020), menyatakan bahwa masker dan berbagai alat pelindung diri yang saat ini menjadi langka dan harganya melonjak sangat penting bagi petugas kesehatan.
"Kami tidak dapat menghentikan COVID-19 tanpa melindungi petugas kesehatan kami," tegas Tedros dan menekankan bahwa petugas kesehatan adalah prioritas utama yang harus dilindungi oleh semua negara dalam menghadapi virus ini.
Namun Tedros menjelaskan saat ini terjadi peningkatan pasokan terhadap alat pelindung diri (APD) secara global yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan, penimbunan, dan penyalahgunaan APD tersebut.
"Kekurangan ini membuat dokter, perawat dan petugas kesehatan garis depan lainnya tidak siap untuk merawat pasien COVID-19, karena terbatasnya akses ke persediaan seperti sarung tangan, masker medis, respirator, kacamata, pelindung wajah, baju isolasi, dan celemek," kata dia.
Dia menyebut bahwa harga masker bedah meningkat enam kali lipat, respirator N95 meningkat tiga kali lipat, dan baju isolasi atau operasi meningkat dua kali lipat. Namun sekarang ini sedang terjadi manipulasi harga di pasaran secara luas, dan tidak jarang stok tersebut dijual pada penawar tertinggi.
WHO saat ini telah mengirim hampir setengah juta perlengkapan APD ke 27 negara, namun persediaannya semakin menipis. WHO memperkirakan bahwa setiap bulan sebanyak 89 juta masker medis yang diperlukan untuk penanganan COVID-19, 76 juta sarung tangan pemeriksaan, dan 1,6 juta kacamata pelingdung diri.
Secara global, WHO memperkirakan butuh peningkatan pasokan alat pelindung diri sebesar 40%.
Tedros mengatakan bahwa WHO memiliki pedoman untuk merasionalkan penggunaan APD di fasilitas kesehatan dan mengelola rantai pasokan secara efektif. Yaitu bekerja sama dengan pemerintah, produsen, dan Jaringan Rantai Pasokan Pandemi untuk meningkatkan produksi dan mengamankan pasokan untuk negara-negara yang terkena dampak kritis dan berisiko.
WHO meminta kepada para produsen untuk meningkatkan produksi guna menjamin pasokan. Selain itu pemerintah tiap negara juga diminta untuk mengembangkan insentif bagi produsen untuk meningkatkan produksi. "Ini termasuk pelonggaran pembatasan ekspor dan distribusi peralatan pelindung pribadi dan persediaan medis lainnya," kata Tedros.
Di Indonesia, kelangkaan masker dan cairan pencuci tangan juga terjadi disertai dengan kenaikan harga-harga yang menjadi tidak rasional. Kenaikan harga yang berkali-kali lipat dikarenakan permintaan yang meningkat dari masyarakat yang berbondong-bondong memborong masker.
Namun Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkali-kali menyampaikan bahwa penggunaan masker lebih ditujukan bagi orang yang sakit untuk mencegah terjadinya penularan dari batuk dan bersin. Sementara perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun lebih efektif mencegah penyakit ketimbang menggunakan masker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.