Mitos-Mitos Virus Corona yang Sebaiknya Tidak Anda Percayai

Karyawan pabrik masker di Changyuan, Provinsi Henan, memeriksa hasil pekerjaannya di tengah tingginya permintaan masker di China selama berjangkitnya wabah COVID-19. - Antara
02 Maret 2020 21:47 WIB Krizia Putri Kinanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua orang perempuan warga Depok, Jawa Barat, yang kini tengah dirawat di RSPI Sulianti Saroso Jakarta akibat terinfeksi virus Corona.

Banyak mitos-mitos diedarkan lewat sosial media terkait cara penanganan virus ini. Dilansir dari who.int, ini beberapa mitos tentang virus Corona:

1. Pengering tangan efektif membunuh virus Corona

Tidak, pengering tangan tidak efektif untuk membunuh virus ini. Untuk melindungi diri Anda dari virus ini, Anda harus sering mencuci tangan dengan sabun dan mengeringkannya menggunakan tisu atau pengering tangan.

2. Lampu ultraviolet bisa mensterilkan virus ini

Lampu ultraviolet tidak boleh digunakan untuk menstrilisasi tangan atau anggota tubuh lainnya karena bisa menyebabkan iritasi.

3.Pemindai suhu tubuh efektif dalam mendeteksi virus Corona

Pemindai suhu tubuh efektif dalam mendeteksi orang orang yang sedang terkena deman karena suhu badannya tinggi karena terinfeksi virus ini.

Tetapi kita tidak bisa mendeteksi orang yang terinfeksi virus tetapi belun terkenan demam. Ini karena diperlukan 2-10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan demam.

4. Menerima paket atau surat dari China tidak aman

Jawabannya adalah aman. Orang yang menerima paket dari China tidak dalam resiko terinfeksi corona. Menurut analisis sebelumnya, virus corina tidak dapat bertahan hidup lama dalam objek seperti paket atau surat

5. Hewan peliharaan dapat menularkan virus ini

Saat ini, belum ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa terinfeksi virus corona. Tetapi tidak ada salahnya melindungi diri dengan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan karena bakteri E.coli dan Salmonella bisa menular antara hewan dan manusia

6. Apakah virus ini hanya menyerang orang yang sudah berumur?

Orang-orang dengan berbagai macam umur bisa terserang virus ini. Orang tua dan orang yang terdapat kondisi medis seperti asma, diabetes dan penyakit jantung lebih riskan terkena virus ini.

Hingga kini virus corona telah menginfeksi 89.070 orang di seluruh dunia. China menjadi pusat penyebaran dengan jumlah pasien 80.026 orang. Sementara itu, korban jiwa akibat virus telah mencapai 3.044 orang. Provinsi Hubei di China mencatat 2.803 korban di antaranya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia