Muhyiddin Yasin Dilantik jadi PM Malaysia, Mahathir Dipeluk Istri

Momen Mahathir Mohamad dipeluk sama istrinya saat pelantikan Muhyiddin Yassin menjadi Perdana Menteri ke-8 Malaysia Minggu (1/3/2020). - Facebook
01 Maret 2020 23:17 WIB Hendri Tri Widi Asworo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Hari ini, Minggu (1/3/2020), Muhyiddin Yassin resmi ditetapkan sebagai Perdana Menteri ke-8 Malaysia oleh Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Lalu bagaimana nasib Mahathir Muhamad yang mengklaim mendapatkan dukungan dari 114 anggota parlemen? Yang jelas pada pelantikan Muhyiddin Yassin hari ini, Mahathir Muhamad selalu ditemani oleh yang istri tercinta, Siti Hasmah.

Hal itu terlihat kebersamaan mereka melalui akun Facebook Mahathir. Siti Hasmah yang memakai baju berwarna merah muda terlihat menyambut Mahathir yang berkemeja warna biru.

Lelaki berusia 95 tahun itu terlihat malu-malu, dan menolak dipeluk Siti Hasmah. Namun, Mahathir Muhamad tidak bisa menolak pelukan erat istrinya. “Tun [anugerah gelaran tertinggi di Malaysia] jangan malu-malu. Peluk balik [Siti Hasmah],” ucap orang-orang di sekitar Mahathir.

Sejurus kemudian, Mahathir Muhamad membalas pelukan Siti Hasmah, dan larut dalam suasana mengharukan tersebut.

Dalam video berdurasi satu menit tersebut, satu kalimat simpel disematkan. 'Terima kasih semua.' Sejumlah orang di dalam ruangan tertawa melihat momen emosional tersebut. Berikut ini videonya: 

Seperti diketahui Muhyiddin Yassin, Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu (Partai Bersatu) resmi diangkat menjadi Perdana Menteri ke-8 Malaysia di Istana Negara, di tengah kontroversi dukungan kepada mantan Menteri Dalam Negeri Kabinet Pakatan Harapan tersebut.

Pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan serta sumpah simpan rahasia sebagai perdana menteri tersebut berlangsung di Balai Singgahsana Kecil, Istana Negara.

Prosesi pengangkatan sumpah Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia berlangsung mulai pukul 10:31 dan berakhir pukul 10:43 yang disiarkan secara langsung media resmi pemerintah.

Mahathir sendiri menolak pelantikan tersebut. Dia mengaku telah menerima dukungan dari 114 anggota parlemen. Sebanyak 112 adalah jumlah minimum yang diperlukan untuk mayoritas sederhana di Dewan Rakyat, yang memiliki 222 anggota, sebagai syarat konstitusi untuk menentukan Perdana Menteri Malaysia.

Sumber : bisnis.com