Jaga Debit Mata Air, Sumur Resapan di Temanggung Diperbanyak
PDAM Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar mata air untuk menjaga cadangan air tanah dan keberlanjutan sumber air.
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna./Antara
Harianjogja.com, TANJUNPINANG - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Suhajar Diantoro memprediksi virus corona atau Covid-19 akan mereda pada akhir Mei 2020, setelah China memasuki musim panas.
"Karena Covid-19 tidak tahan dengan panas. Itu juga jadi alasan kenapa sampai saat ini virus tersebut belum ditemukan di Indonesia, sebab negara kita iklimnya tropis/hangat," kata Suhajar di Tanjungpinang, Kepri, Rabu (26/2/2020).
Suhajar pun tidak menampik, kalau Covid-19 turut berpengaruh terhadap negara Indonesia, terutama sektor pariwisata, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diketahui sebagai pintu masuk wisman terbesar kedua di Indonesia.
Selama ini Kepri cukup tergantung dengan turis Tiongkok dan Singapura sebagai negara penyumbang kunjungan wisatawan terbesar.
Namun, belakangan ini, Tiongkok mengeluarkan larangan warganya untuk ke luar negeri. Demikian pula Singapura yang mengurangi warganya untuk bepergian ke luar negeri.
"Situasi ini menyulitkan pelaku wisata di Kepri. Sejumlah resort khususnya di kawasan wisata Bintan mulai sepi, karena tak ada turis China maupun Singapura yang datang sejak Covid-19 merebak ke sejumlah negara," imbuhnya.
Dia katakan, dalam beberapa bulan ini dapat dipastikan situasi ekonomi Indonesia akan melambat akibat Covid-19. Khususnya industri pariwisata sebagai salah satu penopang perekonomian nasional bakal sangat terpukul.
Maka itu, menurut Suhajar, pemerintah pusat telah menyiapkan beberapa strategi buat menghadapi pelambatan ekonomi akibat Covid-19 antara lain, menggerakkan belanja APBN, APBD, Dana BOS, dan Dana Desa pada awal tahun 2020 ini.
"Semua kegiatan pembangunan fisik diminta sudah mulai dilaksanakan paling lama bulan Maret, biar roda ekonomi cepat berputar," tuturnya.
Lebih lanjut, Suhajar menyampaikan untuk dana APBD yang di dalamnya terdapat dana transfer pusat pada tahun ini mencapai Rp876 triliun. Jika misalnya ditambah dengan dana APBD se Indonesia sekitar Rp300 triliun, maka ada sekitar Rp1.000 triliun lebih dana yang beredar di daerah.
Kemudian dibantu dengan Dana BOS Rp54 triliun, dan Dana Desa Rp72 triliun untuk 74 ribu desa se-Indonesia.
"Presiden sudah meminta pemerintah pusat maupun daerah menggerakkan dana-dana tersebut buat menggairahkan perekonomian daerah maupun nasional," jelas Suhajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDAM Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar mata air untuk menjaga cadangan air tanah dan keberlanjutan sumber air.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.