Hati-Hati! Selain Mengubah Gaya Hidup, Teknologi Bisa Mengancam Manusia

Prosesi wisuda sarjana dan ahli madya periode II tahun akademik 2019/2020 IST Akprind Yogyakarta, Sabtu (18/1/2020). - Ist/Akprind.
21 Januari 2020 13:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Rektor IST Akprind Yogyakarta Amir Hamzah mengingatkan perkembangan teknologi era saat ini bergerak dengan cepat. Selain dapat mengubah gaya hidup seseorang, teknologi berpotensi mengancam manusia.

Hal itu disampaikan di hadapan peserta wisuda sarjana dan ahli madya periode II tahun akademik 2019/2020 IST Akprind Yogyakarta, Sabtu (18/1/2020).

Amir mengatakan para intelektual muda saat ini harus menghadapi berbagai masalah yang multi dimensi ketika akan terjun ke masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi. Perkembangan teknologi yang berjalan cepat telah mengubah segala berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti gaya hidup. Meski melalui teknologi masyarakat juga dimudahkan, namun teknologi juga berpotensi mengancam dunia.

"Hasil terhebat teknologi yaitu nuklir misalnya, saat ini tengah mengancam dunia. Ribuan hulu ledak nuklir setiap satu hulu ledak memiliki daya rusak ribuan kali bom Hiroshima dan Nagasaki, cukup menghancurkan dunia. Bayangkan apa yang terjadi jika konflik AS - Iran atau konflik India - Pakistan pecah jadi perang nuklir atau perang dunia III?," ungkap Amir dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (21/1/2020).

Di sisi lain, kata dia, aplikasi teknologi dan industri juga dimanfaatkan untuk mengeksploitasi alam seperti emas, batubara, minyak, laut dan hutan secara habis-habisan. Hal ini menjadi penyumbang timbulnya kerusakan yang   berpotensi menimbulkan bencana. BNPB mencatat selama 2019 saja di Indonesia terjadi  3.721 bencana, baik bencana alam maupun karena faktor manusia, seperti tsunami, gempa, kebakaran hutan, Banjir, atau tanah longsor. 

"Lulusan saat ini menghadapi realitas negeri yang saat ini sedang menghadapi berbagai problem multidimensi. Maka  kami berharap mereka tidak hanyut dan bingung menghadapi kondisi ini. Dengan bekal intelektual, bekal spiritual, keimanan dan ketakwaan, gunakan sains dan teknologi untuk senantiasa dalam kebenaran," katanya.

Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan teknologi, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas. Dari sisi penelitian teknologi, kata dia, IST Akprind menunjukkan peningkatan dari status madya menjadi status utama atau peringkat.

Pihaknya juga sudah menerima hasil akreditasi perguruan tinggi (APT) 3.0 dengan peringkat baik sekali. "Ini merupakan yang pertama di L2Dikti Wilayah Yogyakarta, dan satu dari lima perguruan tinggi yang menerima status baik sekali pada gelombang pertama di Indonesia dengan instrumen APT 3.0," ucapnya.

Pada periode kali ini IST Akprind meluluskan total 169  orang, terdiri dari 153 sarjana dan 16 ahli madya. Sebanyak  35 wisudawan S1 dan tujuh di antaranya  D3  berhasil lulus dengan predikat cum laude. Penghargaan tertinggi untuk lulusan terbaik program sarjana diberikan kepada  Efrat N. Nainggolan dari program studi Teknik Geologi yang lulus dengan  IPK 3,88 dan lulusan terbaik program D3 diberikan kepada saudara Muhammad Rajab Ranu Marjan dari Teknologi Elektronika dengan IPK 3,81.