Advertisement
Ibu Hamil dengan Anemia Berisiko Melahirkan Bayi Stunting
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari dan Country Director Nutrition International di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa 14 Januari 2020. - Bisnis.com/Ria Theresia Situmorang
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Ibu hamil dengan anemia berisiko melahirkan anak yang stunting atau kurang gizi hingga kematian pada anak dan ibu. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Dhian Probhoyekti.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi balita underweight mencapai angka 17,7% dan stunting mencapai 30,8%. Sementara itu prevalensi anemia pada ibu hamil berada di angka 48,9%.
Advertisement
“Angka anemia ibu hamil berdasarkan Riskesdas di usia 15 sampai 25 tahun mencapai 84 persen. Hal ini yang kemudian mendorong program sudah berjalan lama, tapi tidak berjalan karena tidak dijalankan sesuai prosedur,” ujar Dhian di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa (14/1/2020).
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari menyebutkan kondisi anemia jarang diketahui karena memang tidak dirasakan dan memiliki dampak langsung bagi ibu hamil. Karena itu, ibu hamil diharapkan untuk mencek darah dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang serta mengonsumsi obat jika dibutuhkan.
“Obatnya bisa dibeli tapi sebagai tambah darahnya, tapi dia harus patuh minum obat dan ada pemeriksaan lagi. Ini yang diperbaiki kerena banyak yang tidak patuh. Dalam proyek ini diberikan alat bantu untuk memonitor dia minum obatnya, informasi harus diketahui dan juga keluarganya ikut mengingatkan dan mendampingi,” pungkas Kirana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Produksi Buah Gunungkidul, Ini Lima Komoditas yang Jadi Unggulan
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Diduga Hina Agama di Medsos, Warga Bengkayang Ditangkap Polda Aceh
- Dirut Agrinas Beberkan Alasan Impor 105.000 Pikap Rp24,66 T dari India
- Indonesia Wakil Panglima ISF di Gaza, Bukti Reputasi Misi Perdamaian
- Rumah Terbakar di Blimbingsari Sleman, 2 Motor Ludes
- Iuran BPJS Kesehatan Februari 2026, Ini Rinciannya
- PBNU Resmikan 41 SPPG MBG, Target 1.000 Unit
- KKB Aibon Kogoya Serang Pos Tambang di Nabire, 2 Tewas
Advertisement
Advertisement







