Advertisement
Trump: Kematian Soleimani Selamatkan Banyak Nyawa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim serangan pesawat tak berawak AS di Irak yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani memberikan dampak positif sebab menyelamatkan banyak nyawa.
Soleimani merupakan komandan pasukan khusus Quds, brigade Pengawal Revolusi Iran yang fokus di luar negeri. Dia disebut orang kuat kedua Iran setelah pemimpin tertinggi Ayatullah Khomeini Ali.
Advertisement
Mengutip Fox News, Rabu (8/1/2020) Trump mengatakan kepada wartawan di kantornya bahwa keputusannya untuk menyerang Soleimani demi menyelamatkan banyak nyawa warga AS dan telah memberi tahu anggota Kongres AS terkait serangan tersebut.
"Kami menyelamatkan banyak nyawa," kata Trump. "Mereka merencanakan sesuatu."
BACA JUGA
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan Soleimani melanjutkan upayanya untuk membangun jaringan yang akan berpotensi menewaskan banyak warga AS.
Trump juga menekankan ia tidak masalah dengan aturan hukum internasional yang melarang penghancuran situs budaya. Namun dia mempertanyakan mengapa Iran diizinkan untuk meledakkan fasilitas milik AS dan tidak ada yang menghentikannya.
"Mereka diizinkan untuk membunuh warga kita, mereka diizinkan untuk melukai warga kita, mereka diizinkan untuk meledakkan segala yang kita miliki dan tidak ada yang menghentikan mereka," kata Trump.
"Dan kita, menurut berbagai undang-undang [internasional], harus berhati-hati dengan warisan budaya mereka."
Konvensi Den Haag 1954 mengatakan negara-negara harus "mengambil semua langkah yang mungkinkan" untuk melindungi kekayaan budaya dan harus menahan diri "dari segala tindakan permusuhan, yang diarahkan terhadap situs budaya."
Konvensi itu juga mengatakan negara-negara tidak boleh menargetkan situs budaya untuk tujuan mengancam.
Trump sebelumnya di Twitter akan menargetkan situs budaya Iran setelah para pemimpin di Teheran berjanji akan membalas dendam atas kematian Soleimani.
“Kami telah menargetkan 52 situs Iran [mewakili 52 sandera Amerika yang diculik oleh Iran bertahun-tahun yang lalu], beberapa di tingkat yang sangat tinggi & penting bagi budaya Iran, dan Iran AKAN MENYANGKAL DAN SANGAT SANGAT KERAS," Trump mencuit pada Sabtu lalu.
Serangan balasan Iran
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa sebuah pangkalan udara yang menampung pasukannya di Irak telah dihantam lebih dari selusin rudal balistik. Televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan komandan militer utamanya Qasem Soleimani terbunuh dalam serangan yang diperintahkan Presiden Donald Trump.
Gedung Putih mengatakan bahwa mereka memantau serangan yang terjadi di pangkalan Al-Asad, Irak. Sampai berita ini ditayangkan belum diketahui apakah ada korban yang jatuh dalam serangan itu atau tidak.
"Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya," kata Juru Bicara Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Rabu (8/1/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Fox News/Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Kecelakaan Jalan Jogja-Wates Tewaskan Pengendara Motor
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Siapkan Raperda Museum, Pulangkan Arsip Sejarah dari Luar Negeri
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 28 Februari 2026
- THR Gubernur Jateng 2026 Rp8 Juta, Total ASN Rp380 Miliar
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- MBG DIY Diawasi dengan AI untuk Cegah Keracunan
- Dubes Palestina Puji Dukungan Indonesia untuk Gaza
- YIA Borong 6 Penghargaan ASQ Asia-Pasifik 2025
Advertisement
Advertisement






