Ucapkan Selamat Natal, Ketua KPK: Lagu Malam Kudus Menyentuh Hati

Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
25 Desember 2019 17:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Ucapan Hari Raya Natal menjadi perhatian warga. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri turut mengucapkan selamat Hari Raya Natal kepada umat Kristiani yang merayakan.

"Saya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berharap, Natal akan memantik damai di hati, damai di bumi pertiwi. Selamat merayakan indahnya Persaudaraan dalam kasih, dalam damai akan selalu ada suka cita. Selamat Natal 2019," kata Firli lewat keterangan tertulis yang diterima, Rabu (25/2/2019).

Menurutnya, perayaan Natal merupakan momentum untuk menyebarkan pesan cinta kasih kepada semua mahluk.

"Hari ini hari Natal. Hari penuh sukacita. Hari yang menjadi berkat bagi semua makhluk di dunia. Hari ini, kedamaian dihadirkan, suka cita diwartakan. Umat Nasrani berkumpul memadahkan lagu penuh syukur merayakan kehadiran sang kasih. Puja dan puji dikumandangkan, lagu Malam Kudus digaungkan, hingga di seluruh penjuru tanah air bergetar oleh keheningan dan kedamaian yang menyentuh hati," katanya.

Dia mengharapkan, hari raya umat Nasrani ini, toleransi antarumat beragama terus terjaga. Sebab, kata dia, perbedaan merupakan karunia dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

"Kebersamaan dalam kasih itu akan memperkokoh persaudaraan, mempererat persatuan, dan meneguhkan pengharapan. Natal kali ini, adalah Natal yang mengingatkan pada semangat persaudaraan dalam wadah bumi Indonesia yang dianugerahi dengan perbedaan yang indah. Perbedaan yang dimaknai sebagai karunia yang harus dijaga sepanjang perjalanan spiritualitas mengimani indahnya Natal yang penuh damai dan suka cita," tulisnya.

"Oleh karena itu, bagi Umat Nasrani, hidup sebagai sahabat bagi semua orang adalah pengejawantahan dari semangat Natal yang telah lama dihadirkan sepanjang perjalanan spiritualitas dalam panggilannya sebagai Umat Kristen. Dan Kasih menjadi perekat yang tak hanya mengikat, namun melandasi dasar iman dalam hidup bermasyarakat, dalam negara persatuan Indonesia," tutupnya.

Sumber : Suara.com