Hari Ini, Puncak Arus Mudik Nataru Lewat Jalan Tol
Libur panjang Natal, Jasa Marga menyiapkan sejumlah antisipasi atas prediksi lonjakan volume lalu lintas di jalan tol.
Abdul Somad/Instagram
Harianjogja.com, PEKANBARU -- Ulama kontroversial tanah air, Ustaz Abdul Somad (UAS) resmi menyandang gelar doktor dari Oumdurman Islamic University, Sudan.
Ustaz asal Pekanbaru itu lulus ujian disertasi dengan judul Kontribusi Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari Dalam Penyebaran Hadits di Indonesia.
Informasi kelulusan itu diumumkan UAS melalui akun instagramnya @ustazabdulsomadofficial. Berikut kutipan lengkap pengumuman kelulusan program doktoral tersebut.
Abdul Somad Batubara lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, pada 18 Mei 1977. Ia dikenal sebagai seorang pendakwah dan ulama Indonesia yang sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadis dan Ilmu fikih.
Selain itu, ia juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Namanya dikenal publik karena Ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui saluran YouTube.
UAS, begitu ia disapa, sebelumnya bertugas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Ia mengajukan pengunduran diri pada Juli 2019.
Riwayat Pendidikan:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Libur panjang Natal, Jasa Marga menyiapkan sejumlah antisipasi atas prediksi lonjakan volume lalu lintas di jalan tol.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.