Jual Beli Titik Lokasi Dapur MBG Terbongkar, Kerugian Ratusan Juta
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus penganiayaan maut yang menewaskan warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam berinisial MHF (30) di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terus berkembang. Korban diketahui sempat menginap bersama terduga pelaku MIA (33) di sebuah penginapan kawasan Jakarta Selatan sebelum insiden tragis itu terjadi.
Fakta tersebut diungkap Front Office Manager salah satu penginapan di Jakarta Selatan bernama Darwin. Ia menyebut korban dan pelaku datang bersama rombongan dari Brunei Darussalam dengan tujuan menghadiri konser di Jakarta.
"Memang betul, tamu itu menginap di kita, dan mereka stay di sini kurang lebih seminggu lebih dengan tujuan, sih, mau nonton konser," kata Darwin kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Menurut Darwin, rombongan tersebut berjumlah delapan orang yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Namun pihak penginapan tidak mengetahui persoalan pribadi yang terjadi antara korban dan pelaku selama mereka menginap.
"Kalau untuk permasalahan, kita kurang tahu, karena memang kita dapat informasi awal dari mereka pada saat check-in juga cuma mau nonton konser saja, sih," ucap Darwin.
Ia menjelaskan, seluruh rombongan diketahui telah meninggalkan penginapan pada 14 Mei 2026. Sementara korban MHF dilaporkan meninggal dunia dua hari setelah check-out dari lokasi penginapan tersebut.
“Kita dapat informasi kejadian itu sempat didatangi pihak kepolisian sekitar tiga hari setelah tanggal check-out, tanggal 14 itu,” tutur Darwin.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kronologi penganiayaan maut sesama WNA asal Brunei Darussalam yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Insiden tersebut disebut dipicu cekcok hingga berujung aksi kekerasan fatal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan korban MHF tewas setelah dihantam botol kaca oleh tersangka MIA dalam pertikaian yang terjadi di lokasi kejadian.
"Peristiwa yang dipicu adu mulut itu mengakibatkan korban berinisial MHF (30) tewas setelah dihantam menggunakan botol kaca oleh tersangka MIA (33)," kata Budi dalam keterangannya.
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Metro Kebayoran Baru langsung melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku.
Hasilnya, tersangka MIA berhasil diamankan tanpa perlawanan pada Senin (25/5/2026) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolda Metro Jaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut terkait kasus penganiayaan maut tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Tesla memastikan Roadster 2.0 diproduksi di Giga Texas, tetapi jadwal peluncurannya kembali memicu keraguan publik.
BTS dominasi AMA 2026 dengan tiga piala, sementara Taylor Swift pulang tanpa penghargaan di malam penuh kejutan Las Vegas.
Polisi membongkar sindikat curanmor lintas pulau dari Jogja ke Sumatera, empat motor diamankan di Pelabuhan Bakauheni.
Bojan Hodak resmi mundur dari kursi pelatih Persib Bandung usai hattrick juara Liga Indonesia. Igor Tolic ditunjuk sebagai pengganti.
Lima wakil Indonesia langsung gugur di hari pertama Singapore Open 2026 termasuk Rehan/Gloria dan Putri KW.