Miris, Siswa di Jember Harus Sekolah di Musala

Ilustrasi kondisi ruang kelas yang porak poranda setelah atap bangunan ambruk - ANTARA/Umarul Faruq
17 Desember 2019 06:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JEMBER - Pascaambruknya atap salah satu ruang kelas di SDN Keting 2 di Jember, jawa Timur, pada Sabtu (14/12/2019), puluhan siswa di sekolah tersebut terpaksa mengikuti kegiatan belajar di tempat darurat yakni di musala dan perpustakaan sekolah. 

"Ada dua tempat darurat yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KMB) yakni mushalla digunakan untuk siswa kelas enam, sedangkan kelas tiga menggunakan ruangan perpustakaan yang sempit," kata Kepala SDN Keting 2 Sartam di Jember, Senin (16/12/2019).

Atap ruang kelas 5 SDN Keting 2 yang berada di Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, tiba-tiba ambruk pada Sabtu (14/12/2019) pagi, padahal ruang kelas tersebut baru selesai direnovasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena para pelajar berada di luar kelas untuk latihan upacara, sedangkan guru-guru bersiap untuk mengikuti kegiatan apel akbar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di lapangan Universitas Jember (Unej).

"Ada dua ruang kelas yang selesai direnovasi yakni ruang kelas lima dan ruang kelas enam, namun kami khawatir atap ruang kelas enam juga ikut ambruk karena pengerjaannya satu paket dan dindingnya mengalami keretakan, sehingga kami memindahkan siswa kelas 6 ke mushalla yang lebih aman," tambahnya.

Menurutnya ruangan perpustakaan sempit dan tidak cukup untuk menampung siswa kelas 5, sehingga yang menempati ruang perpustakaan adalah siswa kelas 3 yang jumlah siswanya hanya belasan, sedangkan kelas 5 menempati ruang kelas 3.

"Meskipun atap ruang kelas lima ambruk, kami tetap harus melakukan KBM di SDN Keting 2 Jombang, sehingga tempat darurat digunakan untuk kegiatan belajar siswa dengan cara duduk di lantai [lesehan]," terangnya.

Sartam menjelaskan sebagian anak-anak masih trauma melihat atap ruang kelasnya yang ambruk, bahkan ada beberapa siswa yang tidak masuk sekolah, sehingga pihak guru memberikan penjelasan untuk memberikan motivasi kepada para siswa untuk giat belajar di sekolah.

"Kami berharap perbaikan ulang ruang kelas SDN Keting 2 nantinya tidak dilakukan asal-asalan karena dapat membahayakan anak-anak yang sedang belajar di ruang kelas," ujarnya.

Sementara salah seorang siswa kelas 3 SDN Keting 2, Vanesha mengaku kurang nyaman belajar di perpustakaan karena ruangannya yang sempit dan tidak menggunakan bangku-kursi untuk kegiatan belajar, sehingga berdesak-desakan dengan teman yang lainnya.

"Saya tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan kurang berkonsentrasi, sehingga kami berharap bisa kembali belajar di ruang kelas seperti semula," katanya.

Sumber : antara