Diaz Hendropriyono Bantah Stafsus Milenial Hanya Pajangan: Jangan Dikelilingi Orang Tua Terus

Diaz Hendropriyono - kawanjokowi.org
27 November 2019 10:47 WIB Anggara Pernando News Share :

Harianjogja.com,JAKARTA — Diaz Hendropriyono. membantah tudingan sejumlah pihak terhadap penunjukan staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial hanya etalase.

Diaz yang juga Staf Khusus Jokowi semenjak periode pertama itu menyebutkan kehadiran para milenial adalah untuk memberi perspektif masa depan bagi pemerintah.

"Jadi bukan hanya dikelilingi orang yang tua-tua terus seperti saya-lah, tapi juga anak-anak muda diberikan kesempatan untuk mengabdi dan untuk membantu beliau," kata Diaz di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, para milenial yang direkrut merupakan sosok yang memiliki capaian pribadi yang telah teruji. Para milenial ini juga memiliki perspektif yang kuat untuk Indonesia ke depan.

"Etalasenya bagaimana? Mereka ini saya rasa dan saya yakin akan bekerja sungguh-sungguh untuk Pak Jokowi dan akan bekerja secara full time," katanya.

Diaz juga menolak penunjukan dirinya dan sejumlah kader partai sebagai staf khusus merupakan kompensasi dukungan politik dari PKPI yang dipimpinnya.

Dia menyebutkan dukungan tanpa syarat kepada Jokowi sudah diberikan semenjak posisi gubernur.

"Kita PKPI terus mendukung Pak jokowi, bahkan saya dari dulu sejak [pencalonan Jokowi sebagai] gubernur sudah jadi relawan," katanya.

Seperti diketahui pada pekan lalu, tujuh staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial diperkenalkan di depan umum pada Kamis (21/11/2019).

Ketujuh staf ini yaitu yakni Putri Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise (Kader PKPI, difabel tuna rungu), Billy Mambrasar (Pemuda asal Papua, penerima beasiswa kuliah di Oxford), Aminuddin Maruf (Aktivis Kepemudaan Mahasiswa, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)), dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha).


Sumber : Bisnis.com