Jualan Soto Seharga Rp1.000 Per Mangkok, Sukarni Bisa Beli Mobil

Warung Soto Sewu di Jl. Slamet Riyadi Sragen, tepatnya di Kampung Ringinanom, Sragen Kulon. - Solopos/Moh. Khodiq Duhri
22 November 2019 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN -- Kisah inspiratif datang dari Sragen. Sebuah usaha warung soto yang dijalankan Sukarni, 48, di pinggir Jl. Slamet Riyadi, Ringinanom, Sragen Kulon, Sragen, Jawa Tengah, membawa kesejahteraan bagi keluarganya.

Meski soto yang dijualnya berharga sangat murah yakni Rp1.000/mangkok untuk porsi kecil dan Rp3.000/mangkok untuk porsi lebih besar, Sukarni mampu meraih omzet minimal Rp800.000/hari.

"Alhamdulillah, dalam sehari saya bisa meraih pendapatan kotor Rp800.000 dari jualan soto. Khusus hari Minggu, saya bisa raih pendapatan kotor Rp2.000.000 hingga Rp2.500.000. Alhamdulillah bisa untuk menggaji dua karyawan. Dari jualan soto, saya juga bisa membeli mobil Xenia untuk menunjang kerja anak sebagai sopir Grab,” papar Sukarni saat dijumpai di warung Soto Sewu miliknya, Rabu (20/11/2019).

Soto Sewu Sragen buka setiap hari pukul 06.00 WIB-20.00 WIB. Sukarni dibantu suaminya Ninut, 49, mengaku bisa menghabiskan 4-6 kg beras per hari. Satu kg beras cukup untuk 50 porsi nasi soto ukuran mini sehingga dalam sehari Sukarni menjual 200-300 porsi soto.

Sukarni juga menjual aneka minuman dan gorengan. Es teh dijual Rp2.500/gelas, sementara tiga tempe goreng atau bakwan Rp2.000. Sedangkan satai usus, satai telur puyuh, hati ayam goreng dijual Rp2.000-Rp3.000.

Sudah delapan tahun Sukarni membuka warung Soto Sewu. Sebelumnya, dia di-PHK oleh perusahaan tekstil yang berdiri di Purwosuman pada 2011 lalu.

Meski sudah jalan delapan tahun, harga soto yang dijual Sukarni tidak berubah. Satu porsi soto itu berisi nasi, toge, irisan daun bawang, seledri, kol dan beberapa suwiran daging ayam yang diguyur kuah bening.

“Namanya saja Soto Sewu, harganya ya Rp1.000. Kalau harganya tidak Rp1.000 nanti dikira kami menipu. Cuma kami memang melayani soto porsi besar seharga Rp3.000/porsi,” ucapnya.

Pelanggan Soto Sewu umumnya dari kalangan pelajar dan buruh pabrik. Para pelajar yang mampir ke Soto Sewu biasa menghabiskan lebih dari satu mangkok soto ukuran mini.

“Kami berdua masing-masing makan dua mangkok soto ukuran kecil. Saya sendiri sering ke sini karena cocok di lidah dan di kantong kami yang masih sekolah,” papar pembeli Soto Sewu, Dwi Candra, siswi SMK Muhammadiyah 4 Sragen.

Sumber : Solopos.com