Pangeran Andrew Diisukan Berhubungan Intim dengan Remaja 17 Tahun

Pangeran Andrew (depan, tengah) bersama Camilla, Duchess of Cornwall (depan, kiri) dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (depan, kanan) menghadiri acara Royal British Legion Festival of Remembrance di Royal Albert Hall di London, Inggris, 9/11/2019. - Reuters
22 November 2019 13:27 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pangeran Andrew dari Inggris tersandung kasus asusila. Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn mengatakan, Kamis (21/11/2019), tak ada seorang pun kebal hukum dan bahwa siapa pun yang berbuat salah semestinya terbuka untuk diperiksa.

Ia menjawab pertanyaan mengenai apakah Pangeran Andrew sebaiknya membuat pernyataan kepada pihak berwenang Amerika Serikat (AS).

"Pengungkapan mengenai [terdakwa pelanggar seks Jeffrey] Epstein mengerikan dan saya pikir kita semestinya mulai dengan prinsip bahwa ada sejumlah korban di sini - wanita muda yang putus asa yang diperlakukan kejam dan mengerikan," kata Corbyn.

"Tak seorang pun kebal hukum dan siapa pun yang berbuat sesuatu seyogyanya terbuka untuk dimintai keterangan dan menjalani investigasi mengenai hal itu," kata dia ketika ditanya apakah Andrew sebaiknya secara sukarela memberikan pernyataan kepada pihak berwenang AS.

Pangeran Inggris itu pada Rabu (20/11/2019) mengundurkan diri dari tugas-tugas kemasyarakatan.

Dia mengatakan kontroversi yang dihubung-hubungkan dengan pertemanannya dengan Epstein, "yang disalahartikan", sudah sangat mengganggu tugas-tugas keluarga kerajaan.

Andrew, putera kedua Ratu Elizabeth, membantah tuduhan bahwa ia menjalin hubungan seks dengan seorang remaja berusia 17 tahun yang disediakan untuknya oleh temannya, Epstein.

Epstein bunuh diri di sebuah penjara AS pada Agustus sementara menunggu peradilan atas dakwaan perdagangan seks.

Sumber : Antara