Bupati Award 2026: Pasutri Asal Candimulyo Borong Dua Penghargaan
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Bunda Paud Kabupaten Magelang Christanti Handayani saat meninjau stan penelitian anak, Pada Festival Ilmuwan Cilik. /Ist-Dok Humas
Harianjogja.com, MAGELANG-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang yang bekerja sama dengan PP Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dikmas Jateng menggelar Festival Ilmuwan Cilik di Lapangan drh Soepardi, Kota Mungkid, Selasa (19/11/2019).
Mengangkat tema \'Menyiapkan Generasi Unggul Sejak Dini Di Era 4.0" Festival Ilmuwan Cilik ini diikuti sedikitnya oleh 2.700 peserta dari berbagai PAUD di Kabupaten Magelang. Dalam acara tersebut, ada 100 stan penelitian yang sangat mengedukasi.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan kegiatan Festival Ilmuwan Cilik ini sesuai yang diharapkan oleh Presiden RI, untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Ia menjelaskan, SDM yang unggul menurut Perpres itu adalah bagaimana menghadirkan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan juga berakhlak mulia.
"Maka kebersamaan antara pemerintah, masyarakat dan orang tua dapat kita wujudkan melalui Festival Ilmuwan Cilik ini. Jadi holistik integratif ini, bagaimana memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh anak. Sehingga tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi tentunya juga sesuai dengan kelompok umur mereka," kata, Zaenal Arifin, disela-sela acara.
Beberapa stan penelitian yang ada di acara Festival Ilmuwan Cilik tersebut diantaranya stan pertanian anak, stan perikanan anak, stand peternakan, dan stand kerajinan anak.
Bunda Paud Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, mengungkapkan bahwa, kegiatan Festival Ilmuwan Cilik ini sesuai dengan metode \'Steam\' (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika) dengan konsep pendekatan yang berbeda.
"Jadi anak diminta membuat karya langsung dengan konsep bermain, tetapi sebenarnya mereka sedang belajar dan melakukan sebuah penelitian. Ini salah satu metode yang dikembangkan oleh PP Paud, yang alhamdullilah di Kabupaten Magelang ini juga menjadi yang pertama kali di Indonesia," ungkapnya.
Ketua Umum LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia), Paulus Pangka, sangat mengapresiasi Festival Ilmuwan Cilik tersebut. Dirinya tak menyangka kegiatan tersebut bakal dibanjiri oleh ribuan peserta.
"Sebenarnya jumlahnya lebih dari 2.700 peserta. Ini sangat luar biasa sekali apalagi juga terdapat 100 stand penelitian yang juga sangat edukatif," ungkapnya.
Menurut Paulus, Indonesia saat ini lebih banyak ilmu sosialnya, dengan rata-rata hampir 78 persen dari pada ilmu sainsnya. Dengan kegiatan lebih dini tersebut, maka diharapkan anak-anak lebih cinta kepada matematika, seni, teknologi, dan sains.
"Untuk menuju Indonesia Unggul maka perlu hal-hal yang seperti ini," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat sabu di Tambun Selatan, Bekasi. Lima tersangka ditangkap dan polisi menyita sabu serta senjata api.
Jetour T2 i-DM resmi dibanderol Rp696 juta di GIIAS Bandung. SUV PHEV ini mengusung teknologi Intelligent Dual Mode.
Tim SAR memperluas pencarian rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda ke sisi utara Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan arus dan angin.
AI frontier mempercepat eksploitasi celah keamanan. F5 menilai perusahaan perlu memperkuat deteksi dan perlindungan otomatis.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.