Mensos: 45 Persen Data Penerima PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Gempa bumi yang terjadi di Laut Maluku, Bali Utara, dan Ambon tidak saling berkaitan dan juga memiliki sumber gempa berbeda serta mekanisme yang berlainan pula.
Kepala Bidang Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/11/2019), menyatakan gempa di ketiga wilayah tersebut tidak berkaitan dan gempa tidak menjalar dari satu tempat ke tempat lain.
"Apakah ketiga gempa tersebut saling berkaitan dan saling picu? Tentu saja tidak berkaitan dan gempa tidak menjalar ke sana ke mari," kata Daryono.
Gempa Laut Maluku berkekuatan magnitudo 7,1 terjadi pada Kamis (14/11/2019), Gempa Bali Utara magnitudo 5,0 juga pada Kamis (14/11/2019), dan Gempa Ambon magnitudo 6,5 terjadi 26 September yang ketiganya memiliki kesamaan dalam tipe gempa. Ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang diawali oleh aktivitas gempa pendahuluan (foreshock), selanjutnya terjadi gempa utama (mainshock) dan kemudian diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks).
Update hingga Sabtu 16 November 2019 pukul 18.00 WIB, tercatat gempa Laut Maluku diikuti sebanyak 185 gempa susulan, gempa Bali Utara diikuti 100 gempa susulan, dan gempa Ambon diikuti 2.345 gempa susulan.
Meskipun ketiga gempa tersebut memiliki tipe yang sama, akan tetapi memiliki perbedaan dalam hal sumber gempa dan mekanisme sumbernya.
Gempa Laut Maluku dipicu oleh deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku (gempa intraslab), Gempa Bali Utara dibangkitkan oleh sumber gempa struktur Sesar Naik di Utara Bali, dan gempa Ambon terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan sebelumnya.
Selain berbeda dalam sumber gempa, ketiga gempa tersebut juga berbeda dalam mekanisme sumbernya. Gempa Laut Maluku memiliki mekanisme sumber sesar naik (thrust fault), Gempa Utara Bali memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan dalam arah mendatar dan naik (oblique thrust), dan gempa Ambon memiliki mekanisme sesar geser (strike slip).
Daryono menegaskan bahwa banyaknya aktivitas gempa bumi di Indonesia bukan disebabkan oleh adanya saling picu antargempat. "Tingginya frekuensi aktivitas gempa bumi disebabkan karena di Indonesia memang banyak terdapat sumber gempa," kata dia.
Indonesia memiliki enam sumber gempa tumbukan lempeng yang jika dirinci menjadi 13 zona sumber gempa megathrust. Selain itu Indonesia juga masih memiliki sumber gempa sesar aktif lebih dari 295 segmen yang menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa bumi.
"Setiap sumber gempa memiliki proses akumulasi medan tegangan sendiri-sendiri, mencapai fase “matang” sendiri-sendiri, dan selanjutnya mengalami rilis energi dalam bentuk gempa bumi sendiri-sendiri. Jadi banyaknya kejadian gempa bukan karena gempa saling menjalar ke sana ke mari," kata Daryono menegaskan.
Oleh karena itu dia menekankan pentingnya terus menggalakkan upaya mitigasi bencana, dengan cara membangun bangunan tahan gempa, merencanakan tata ruang pantai yang aman berbasis risiko tsunami, memahami evakuasi mandiri, berlatih evakuasi, dan memahami cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Trump masih mengutamakan diplomasi dengan Iran meski Netanyahu mendesak AS kembali melancarkan serangan militer setelah pemilu sela.
Muhammadiyah mendukung langkah Polri memberantas vape mengandung narkoba karena sejalan dengan fatwa haram penggunaan rokok elektrik sejak 2020.
Netanyahu kehilangan mayoritas di Knesset setelah pemilu Israel. Oposisi menjajaki dukungan partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru.
PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp15,8 miliar hingga Oktober 2026. Dispar pesimistis target Rp29 miliar tercapai.
Polri dan BPOM membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman yang berpotensi membahayakan.