Debat Panas, Prabowo Dicecar soal Anggaran saat Rapat dengan DPR

Menhan Prabowo Subianto - Antara
11 November 2019 18:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA– Perdebatan terjadi saat rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Senin (11/11/2019).

Momen ini terjadi setelah Prabowo selesai memaparkan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang pertahanan.

Begitu Prabowo rampung pemaparan, anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon melayangkan interupsi. Effendi menuntut agar Menhan memaparkan detail postur anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Saya ingin meminta sekaligus dipaparkan karena di sini ada dukungan anggaran. Tapi saudara Menhan tadi tidak menyinggung, hanya visi-misi dan itu juga masih visioner. Jadi dukungan anggarannya seperti apa, karena di sini ada. Tolong disampaikan," kata Effendi dalam raker di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Namun, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha langsung menepis permintaan Effendi. Dia menyebut sesuai kesepakatan rapat dengan kapoksi, pemaparan anggaran akan dilakukan pada saat sesi tertutup. Pernyataan Tamliha disambut oleh Prabowo.

"Saya kira demikian. Saya katakan mengenai yang rinci, bersifat teknis dan anggaran saya mohon tertutup. Kita akan sampaikan, kita akan bahas," ujar Prabowo.

Menhan Prabowo memaparkan visi misi Presiden Jokowi di bidang pertahanan dalam raker dengan Komisi I DPR, Senin (11/11/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

Namun, Effendi tampak tidak puas. Dia kembali meminta agar Prabowo menjelaskan postur anggaran Kemhan disampaikan terbuka. Terlebih dalam raker ini sesi pemaparan visi misi juga disampaikan secara terbuka. Menurut Effendi, postur anggaran Kemhan juga masuk ke dalam sesi pemaparan tersebut.

"Selazimnya Menhan itu menyampaikan apa yang menjadi program kerjanya termasuk dukungan anggarannya, bahwa nanti, misalnya, kita ingin bahas ini tertutup, ya itu kesepakatan kita. Tapi di bahan ini sudah terbuka," ucap Effendi.

Prabowo merespons dengan menegaskan bahwa dirinya semula mengira paparan visi misi hanya untuk Komisi I DPR dan tidak untuk umum. Namun karena disepakati terbuka, dia pun mengungkap paparannya.

Pernyataan Prabowo kembali disanggah Effendi. Menurutnya, lebih baik karena postur anggaran ini juga kebijakan umum dan sudah ada di APBN, lebih baik disampaikan saja dalam raker.

"Pimpinan, tolong disampaikan di sini, apa urgensinya kemudian disembunyikan anggarannya. Ada apa sih? Apa plusnya bagi, ini kita anggota, enggak ada kedaulatan pimpinan poksi. Apa urgensinya ini disembunyikan, wong ini dipaparkan di forum, atau ditutup dari awal ini rapat?," ujar Effendi.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya siap memenuhi permintaan Effendi dengan cara mengulang paparannya, terkhusus soal postur anggaran yang diminta dijelaskan. Namun, dia menjelaskan mengapa dirinya tetap memilih untuk tidak dijelaskan dalam forum terbuka.

Prabowo mengakui soal anggaran bersifat terbuka. Namun terkait dengan kemampuan dan kesiapan pertahanan, hal tersebut berhubungan dengan anggaran. Sehingga tidak akan disampaikan terbuka.

Dari perdebatan itu, Ketua Komisi I DPR yang juga merupakan pimpinan sidang, Meutya Hafidz mencoba mencari jalan tengah. Politikus Partai Golkar itu harus tetap memegang titipan dari pimpinan fraksi yang meminta rapat digelar secara tertutup. Akan tetapi, dia pun mencoba mendengarkan masukan dari Effendi Simbolon.

"Jika dirasa dalam paparan ada yang bersifat rahasia, mohon untuk tidak disampaikan. Monggo Pak Menhan melihat mana yang bersifat tertutup atau terbuka," kata Meutya.

Prabowo kembali merespons bahwa APBN merupakan masalah umum. Semua orang bisa mempelajari. Namun, sebagai penyelenggara di bidang pertahanan dan keamanan negara, selayaknya dia harus tetap bersikap hati-hati.

"Dan sedapat mungkin, pihak non-Indonesia untuk terlalu mengerti dan pahami kondisi pertahanan kita. Ini sifat yang harusnya diambil semuanya," kata dia.

"Kalau saya merasa saya ditekan untuk terlalu terbuka, saya tak akan lakukan. Saya harus bertanggung jawab pada Presiden Republik Indonesia. Tapi, bisa bersedia apa saja, tertutup saya bersedia. Tapi saya tak mau bicara terlalu terbuka," ucap Prabowo.

Sumber : iNews.id