Hong Kong Memanas, Bank-Bank Imbau Karyawan Pulang

Polisi anti huru-hara berjaga-jaga saat demonstrasi pada Hari Nasional China, di Mong Kok, Hong Kong, Cina 1 Oktober 2019. - Reuters
11 November 2019 17:07 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Situasi di Hong Kong memanas. Gas air mata yang menghujani jalanan perkotaan memaksa sejumlah bank mengimbau karyawan mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Keamanan Anda semua adalah prioritas utama kami,” tulis HSBC Holdings Plc. dalam suatu pengumuman kepada staf perusahaan sekitar jam makan siang.

HSBC memberikan sepenuhnya pilihan kepada karyawan mereka untuk bekerja dari rumah masing-masing dan menggarisbawahi bahwa perusahaan akan tetap dibuka.

“Silakan bawa pulang laptop jika Anda semua bisa bekerja dari jarak jauh,” tambah HSBC, seperti dilansir melalui Bloomberg, Senin (11/11/2019).

Sebagian besar bank dan perusahaan keuangan lainnya di kota itu tetap mencoba untuk beroperasi secara normal, meskipun beberapa pemberi pinjaman menutup cabang kantor mereka di dekat pusat aksi protes sebagai tindakan pencegahan.

Ketegangan di kota Hong Kong mulai dirasakan sejak pagi hari. Aksi protes warga pro-demokrasi besar-besaran yang telah memasuki bulan keenam menyebabkan beberapa stasiun kereta bawah tanah tak beroperasi.

Ketika para karyawan JPMorgan Chase & Co. mulai berdatangan, polisi dengan atribut anti huru hara dapat terlihat berkumpul di seberang jalan kantor mereka.

Aksi protes semakin bergolak setelah seorang perwira polisi menembak dua pengunjuk rasa. Saat jam makan siang, tayangan televisi menunjukkan sejumlah pekerja baik dengan setelan jas maupun rok menutupi wajah mereka dan berbondong-bondong masuk ke Landmark Mall di Central untuk menghindari gas air mata.

Sementara itu, manajemen bank-bank sibuk mengirimkan rangkaian surat elektronik baru yang ditujukan kepada pekerja mereka agar berhati-hati.

Bank of America Corp. dan Goldman Sachs Group Inc. juga mempersilakan karyawan mereka untuk pulang. Menurut sumber terkait, UBS Group AG pun merencanakan langkah serupa.

“Aksi yang sedang berlangsung berdampak pada perjalanan dan dapat berlanjut dalam beberapa hari mendatang,” lanjut HSBC dalam pesannya kepada para staf.

“Anda semua diimbau untuk mempertimbangkan meninggalkan kantor lebih awal dan mengamankan diri jika melihat gangguan dalam perjalanan,” tambahnya.

Sementara itu, BNP Paribas SA berjanji akan memantau situasi yang tengah berlangsung dan menyampaikan segala perkembangan baru. Karyawan bank ini dapat berunding dengan manajer untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia