Presiden Jokowi Buka Peluang untuk Pandangan dan Gagasan Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi (kedua kiri), didampingi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (dari kanan), Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, memberikan penjelasan kepada pers, di sela-sela kunjungan ke Bukit Soeharto, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun
07 November 2019 11:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo telah memutuskan rencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tepatnya di Panajam Paser Utara.

Dengan rencana tersebut, Presiden Joko Widodo melalui akun Instagramnya menyebutkan bahwa dirinya membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi seluruh pihak untuk memberi pendapat dan gagasannya untuk mewujudkan visi ibu kota baru.

"Ibu kota harus menampilkan diri sebagai kota masa depan tempat para talenta lokal dan global untuk berkolaborasi," jelasnya melalui akun instagram @jokowi, Kamis (7/11/2019).

Dengan demikian, lanjutnya, kota kelak harus bisa memberi kualitas hidup tinggi kepada penduduknya sehingga pendapat dan pandangan dari seluruh pihak penting agar bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan penduduknya kelak.

Lalu, seperti apa wujud ibu kota negara yang baru nantinya menurut Jokowi?

"Ya, bentuknya kota yang bebas emisi, menggunakan transportasi publik yang bebas emisi. Kotanya harus dinamis, menggembirakan, maayarakatnya majemuk, terbuka, toleran, dan hidup bergotong royong," ungkapnya.

Adapun, salah satu wujud upaya untuk mendapat pandangan dan gagasan dari masyarakat adalah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menggelar sayembara desain ibu kota baru.

Berdasarkan data PUPR, sudah ada pula 80 orang yang ikut serta dalam sayembara tersebut dan mengikuti penjelasan lapangan. Hal itu, diharapkan bisa membantu para peserta untuk mendapat gambaran dan kondisi lapangan pada area yang akan direncanakan atau dirancang.

Sumber : Bisnis.com