KPK Sita Rp9,5 Miliar, Aliran Korupsi KPP Madya Banjarmasin Diusut
KPK menyita Rp9,5 miliar yang dikembalikan saksi dalam kasus dugaan korupsi KPP Madya Banjarmasin dan mendalami aliran dana tersebut.
Ilustrasi nelayan/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KALIMANTAN - Para nelayan diimbau agar waspada terhadap ancaman penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf.
"Kami minta para nelayan membawa kapal-kapalnya berlayar menghindari kelompok Abu Sayyaf yang berpindah dari kawasan Tawi-Tawi ke kawasan Semporna," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syaharuddin di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019).
Menurut dia, sasaran kelompok Abu Sayyaf ini adalah wisatawan asing dan kapal-kapal yang melintas di kawasan Semporna, Sabah, Malaysia.
"Peringatan ini sudah diumumkan oleh VTS ( Vessel Trafic Service) Distrik Navigasi," kata Syaharuddin.
Sebelumnya KSOP Kelas III Kota Tarakan memperingatkan para nelayan terhadap ancaman penculikan di perairan Sabah dan Filipina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
KPK menyita Rp9,5 miliar yang dikembalikan saksi dalam kasus dugaan korupsi KPP Madya Banjarmasin dan mendalami aliran dana tersebut.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
Hasto Kristiyanto menegaskan Hari ASI Sedunia menjadi gerakan membangun peradaban. PDIP juga menyoroti pentingnya ASI untuk mencegah stunting.
Anggota DPRD Bantul Herry Fahamsyah mendukung pembahasan RUU LGBTQ agar ada kepastian hukum dan dasar pengaturan yang jelas.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada surpres pergantian Kapolri. DPR juga membantah kabar tersebut dan meminta publik tak terpengaruh isu.
Pemkab Sleman membentuk KOPI TB untuk memperkuat kolaborasi menuju eliminasi Tuberkulosis pada 2030 setelah sukses eliminasi malaria.