Prabowo: Sering Diejek Itu Biasa, Siswa Sekolah Rakyat Jangan Minder!

Newswire
Newswire Minggu, 07 Juni 2026 14:57 WIB
Prabowo: Sering Diejek Itu Biasa, Siswa Sekolah Rakyat Jangan Minder!

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, BALI—Presiden Prabowo Subianto memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, agar tidak mudah menyerah meskipun menghadapi ejekan atau perundungan.

Dalam kunjungannya meninjau Program Sekolah Rakyat, Prabowo membagikan pengalaman pribadinya yang kerap menjadi sasaran ejekan, bahkan hingga saat menjabat sebagai presiden.

“Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Tidak apa-apa, yang penting hatimu teguh, hati kita baik,” ujar Prabowo, Minggu (7/6/2026)

Ia menekankan bahwa setiap siswa tidak perlu berkecil hati ketika menghadapi perlakuan negatif dari lingkungan sekitar. Menurutnya, cara terbaik menghadapi hinaan adalah dengan tetap menjaga sikap dan menjunjung tinggi kesopanan.

“Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin teguh, semakin berani, semakin sopan,” katanya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Banyak tokoh besar yang berasal dari keluarga sederhana, namun mampu bangkit berkat ketekunan dan mental yang kuat.

“Banyak orang berhasil datang dari keluarga miskin, tapi mereka tidak menyerah dan tidak putus asa,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan agar para siswa fokus pada pendidikan dengan belajar secara disiplin, menghormati guru, serta menjauhi sikap saling merendahkan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sopan santun, berbuat baik kepada sesama, dan tidak menjelekkan orang lain sebagai kunci keberhasilan di masa depan.

Selain memberikan motivasi, Prabowo juga menyoroti pengalaman salah satu siswa, Gede Bagus Abimanyu, yang pernah menjadi korban perundungan sebelum bersekolah di Sekolah Rakyat.

Menanggapi hal itu, Presiden kembali menegaskan pentingnya keteguhan hati dalam menghadapi tekanan sosial.

Di sisi lain, Prabowo juga mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Bali. Saat ini, program tersebut baru tersedia di satu lokasi, sementara kebutuhan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu masih cukup besar.

“Kita harus tambah secepat mungkin. Kalau perlu, pemerintah pusat akan membantu penyediaan lahan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan masa depan generasi muda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online