17 Ribu Haji Reguler Tempati Hotel Mewah di Madinah

Newswire
Newswire Minggu, 07 Juni 2026 13:37 WIB
17 Ribu Haji Reguler Tempati Hotel Mewah di Madinah

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzhar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas di Millennium Al Aqeeq Hotel, Madinah, Sabtu (6/6). (ANTARA/HO-MCH 2026)

Harianjogja.com, MADINAH—Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mencatat sejarah baru. Sebanyak hampir 17 ribu jamaah haji reguler Indonesia dipastikan akan menempati hotel berbintang empat dan lima di Madinah, sebuah peningkatan layanan yang sebelumnya identik dengan jamaah haji khusus.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menyampaikan bahwa total sekitar 16.904 jamaah haji reguler yang tergabung dalam gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba di Madinah pada Minggu (7/6/2026). Mereka akan menempati sejumlah hotel premium yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

“Ini menjadi sejarah baru dalam penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk pertama kalinya jamaah haji reguler dalam jumlah besar bisa menikmati fasilitas hotel berbintang empat dan lima,” ujar Dahnil saat meninjau kesiapan akomodasi di Madinah, Sabtu (6/6/2026).

Beberapa hotel yang telah disiapkan antara lain Millennium Al Aqeeq, Hilton, Makarem, hingga Front Taiba. Hotel-hotel tersebut dikenal memiliki fasilitas lengkap dan selama ini lebih banyak digunakan oleh jamaah haji khusus dengan biaya lebih tinggi.

Dalam kunjungannya, Dahnil mengecek langsung berbagai fasilitas mulai dari restoran, ruang makan, hingga tipe kamar yang akan ditempati jamaah. Ia menilai kondisi hotel sangat layak, nyaman, dan mendukung kebutuhan jamaah selama beribadah di Tanah Suci.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan. Dahnil menegaskan agar jamaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus diprioritaskan untuk mendapatkan kamar di hotel yang paling dekat dengan Masjid Nabawi.

“Kalau bisa fasilitas terbaik ini diutamakan untuk jamaah lansia agar mereka lebih mudah beribadah,” tegasnya.

Selain peningkatan akomodasi, pemerintah memastikan seluruh layanan di Madinah dalam kondisi siap menyambut kedatangan jamaah. Petugas haji diminta siaga penuh, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.

Peningkatan kualitas layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun. Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, nyaman, dan aman.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa standar layanan haji reguler Indonesia terus ditingkatkan agar semakin mendekati layanan premium, sekaligus menjawab harapan masyarakat akan pelayanan haji yang lebih berkualitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online