Wishnutama Pastikan Bekraf Tidak Akan Berubah Jadi Dirjen

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama
28 Oktober 2019 08:57 WIB Rezha Hadyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Fungsi dan tugas dari Badan Ekonomi Kreatif yang kini telah bergabung ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) masih sama seperti sebelumnya ketika berdiri sendiri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa Kemenparekraf tidak akan mengkerdilkan Bekraf dengan mengubah statusnya menjadi direktorat jenderal seperti yang banyak dikhawatirkan sebelumnya.

Wishnutama menyebut tengah mengkaji sistem seperti apa yang tepat untuk diimplementasikan untuk menghindari tumpang tindih tupoksi antara Kemenparekraf dan Bekraf.

“Ini sebenarnya secara sistemnya sedang kita pikirkan sehingga tidak mengecilkan satu sama lain karena Bekraf itu masih penting dan perannya sangat strategis. Ke depan yang kita pikirkan bukan hanya ekonomi kreatif di kota-kota besar saja. Karena saya juga mendapatkan tanggung jawab untuk mengembangkan agar kreativitas yang mendunia itu bisa dirasakan manfaatnya secara merata di pedesaan atau kota-kota kecil,” katanya, Sabtu (26/10).

Ia mengatakan akan melanjutkan seluruh program yang telah diinisiasi dan dilakukan oleh badan yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 itu. Selain itu, Tama juga memastikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di Kemenparekraf tidak akan dianaktirikan.

Terkait dengan kekhawatiran terpecahnya fokus pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air, pria yang selama ini dikenal sebagai praktisi media penyiaran televisi itu menyebut akan memaksimalkan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Herliani Tanoesoedibjo yang baru saja ditunjuk pada Jumat (25/10).

“Kan, ada Wamenparekraf, ya. Artinya, kan, saya bisa membagi tugas dan sebagainya. Orang saya ini [berlatarbelakang] industri kreatif masa iya ekonomi kreatif saya kesampingkan,” katanya.

Tama mengaku belum melakukan pembagian tugas dengan Angela. Namun yang jelas dia yakin jika Angela akan sangat membantu dirinya menjalankan tugas sebagai Menparekraf lantaran memiliki latarbelakang yang sama.

Tama merupakan pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Net Mediatama atau NET TV. Sebelumnya, pria kelahiran Jayapura, 4 Mei 1970 itu juga sempat berkarir di sejumlah televisi swasta di Tanah Air, antara lain Trans 7, Trans TV, dan Indosiar.

Adapun Angela yang mengisi sejumlah jabatan di perusahaan yang tergabung dalam perusahaan media, yaitu Media Nusantara Citra (MNC) Group milik taipan Hary Tanoesodibjo yang tak lain adalah ayahnya. Jabatan yang sempat diemban oleh Angela antara lain Direktur Media MNC Group, Wakil Direktur Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), dan Wakil Direktur Global TV (GTV). Pada tahun 2018, Angela juga sempat menjabat sebagai Managing Director RCTI dan GTV.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai sudah sepatutnya kewenangan terkait dengan ekonomi kreatif diberikan kembali ke kementerian yang berwenang menangani pariwisata. Menurutnya pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang tak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Memang sebaiknya digabung Bekraf dengan Kemenpar karena jasa pariwisata dan turunannya lebih banyak terkait dengan produk kreatif. Sehingga Bekraf sebagai badan tersendiri sudah tidak diperlukan lagi,” katanya.

Aviliani meyakini bahwa produk dari ekonomi kreatif usai penggabungan Bekraf dengan Kemenpar akan lebih berkembang di masa yang akan datang. Sebab, pada dasarnya ekosistem dari ekonomi kreatif maupun pariwisata saling mendukung satu sama lain. “Industri pariwisata merupakan [bagian dari] ekosistem produk dan jasa kreatif.”

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia