Menteri Ekonomi Didominasi Politikus, Ini Tanggapan Ketua Hippi Sarman Simanjorang

Suasana sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. - Antara
24 Oktober 2019 18:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Sarman Simanjorang mengaku susunan kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden Joko Widodo tidak sesuai dengan harapan pelaku bisnis, khususnya di Jakarta.

"Terus terang, kita awalnya berharap. [Namun], Memang ada yang tidak sesuai harapan. Tadinya kami berharap 12 kursi bidang ekonomi itu dari profesional, ternyata masih berasal dari partai politik," kata Sarman ketika dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019).

Sarman mencontohkan beberapa jabatan strategis di bidang politik yang masih dipegang oleh politisi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Partai Golkar), Menteri Perindustrian Agung Gumiwang (Partai Golkar), Kepala Badan Perencanaan Nasional Suharso Monoarfa (PPP), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (PKB), Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo (Gerindra), dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Nasdem).

Sementara itu, menteri-menteri ekonomi yang berasal dari kalangan profesional adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Sarman mengatakan pelaku usaha merasa khawatir banyaknya menteri berlatar belakang politisi justru akan menganggu kinerja. Padahal, Indonesia saat ini sangat membutuhkan percepatan mengingat situasi ekonomi global yang kian terpuruk.

"Kami bukannya curiga, tetapi kami khawatir kinerja mereka akan terganggu karena ada campur tangan politik, khususnya dari partai," jelas Sarman.

Meski demikian, Sarman tetap berharap menteri-menteri tersebut dapat menujukkan performa terbaik selama lima tahun ke depan.

Para menteri bukan sekadar bekerja untuk menyenangkan Presiden Jokowi, tetapi untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Sarman mengingatkan banyak tantangan ekonomi dunia yang akan dihadapi para menteri saat bekerja.

"Harus diingat, tantangan ekonomi Indonesia sekarang kan luar biasa. Di dunia sudah mulai terjadi perlambatan ekonomi. Sudah menjadi tugas [menteri] untuk meningkatkan dan menjaga, perekonomian dalam negeri makin berat. Semoga kabinet baru bisa menjalankan tugas ini dengan baik," ucap Sarman.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia