Advertisement
Dipanggil Jelang Pengumuman Menteri, Ini Karier Wishnutama di Industri Media
Wishnutama Kusubandio - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Wishnutama Kusubandio dipanggil ke Istana Presiden jelang pengumuman para menteri kabinet Jokowi - Ma`ruf Amin.
JIBI/Bisnis pernah merangkum sepak terjang Wishnutama beberapa waktu lalu. Karirnya di industri tersebut telah dimulai sejak di Amerika Serikat saat menjadi Asisten Direktur di New England Cable News pada 1993.
Advertisement
Setelah itu, pria kelahiran jayapura 4 Mei 1976 ini berpindah ke WHDH TV Amerika Serikat sebagai Asisten Produksi selama dua tahun (1993 - 1993).
Wishnu lalu kembali ke Indonesia pada 1994. Dia langsung ditunjuk sebagai Manajer Produksi di Indosiar. Karirnya berlanjut pada 2001 dengan menjadi Kelapa Divisi Produksi dan Fasilitas di Trans TV selama empat tahun.
BACA JUGA
Jenjang karirnya kian menanjak dengan terpilihnya Tama sebagai Direktur Operasi Trans TV (2004 - 2005). Setelah itu, dia dipercaya menjadi Wakil Presiden Direktur Trans TV hingga 2008.
Saat Trans TV mulai mengepakkan sayap membentuk Trans 7, Wishnutama juga ditunjuk sebagai Presiden Direktur Trans 7. Posisi ini dipegangnya sekaligus hingga 2008.
Usai menjadi Presdir Trans 7 dan Wakil Presdir Trans TV, dia resmi menjabat sebagai Presiden Direktur Trans TV. Jabatan itu dipegangnya sejak 2008 - 2013, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Detik.com.
Jalan baru Wishnutama mulai terlihat saat dirinya keluar dari Trans Corp dan membentuk televisi sendiri, NET TV. Dia menjadi Presiden Direktur di televisi bertagline 'Televisi Masa Kini' itu.
Jabatan itu dipegang hingga awal 2019. Pada April 2019, Wishnutama menjadi Komisaris Net TV. Pada rentan waktu tersebut, namanya juga tercatat sebagai komisaris di Kumparan.com sejak 2017.
Selain di industri media, dia juga memiliki bisnis restauran Parc 19 lewat PT Global Tama Nusantara. Namanya kian melejit setelah menjadi Direktur Kreatif seremoni pembukaan dan penutupan Asian Games 2019.
Wishnu juga menjadi Ketua Pengurus Asosiasi Televisi Nasional Indonesia sejak Agustus 2017. Beberapa karyanya dalam industri media seperti program Dunia Lain, Opera Van Java, On The Spot, Indonesia Mencari Bakat, Patroli, Gebyar BCA hingga Extravaganza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Kasus Pelecehan Siswi SLB Jogja Naik ke Penyidikan, Korban Trauma
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Bareskrim Bongkar Jual Beli Bayi di Medsos, Harga Capai Rp80 Juta
- Tips Merawat Motor Saat Musim Hujan dari Honda Jogja
- Mudik Gratis 2026 Dibuka 1 Maret, Kuota 15.834 Penumpang Bus
- Geopark Jogja Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
- BPNT Kulonprogo 2026 Disalurkan, Penerima Turun Jadi 904 KPM
- 7 Rempah Dapur yang Bisa Membantu Mengelola Gejala PCOS
- 12 Tim Lolos 16 Besar Liga Champions 2025/2026, Inter Milan Tersingkir
Advertisement
Advertisement







