Dipanggil Jelang Pengumuman Menteri, Ini Karier Wishnutama di Industri Media

Wishnutama Kusubandio - Istimewa
21 Oktober 2019 13:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Wishnutama Kusubandio dipanggil ke Istana Presiden jelang pengumuman para menteri kabinet Jokowi - Ma`ruf Amin

JIBI/Bisnis pernah merangkum sepak terjang Wishnutama beberapa waktu lalu. Karirnya di industri tersebut telah dimulai sejak di Amerika Serikat saat menjadi Asisten Direktur di New England Cable News pada 1993.

Setelah itu, pria kelahiran jayapura 4 Mei 1976 ini berpindah ke WHDH TV Amerika Serikat sebagai Asisten Produksi selama dua tahun (1993 - 1993).

Wishnu lalu kembali ke Indonesia pada 1994. Dia langsung ditunjuk sebagai Manajer Produksi di Indosiar. Karirnya berlanjut pada 2001 dengan menjadi Kelapa Divisi Produksi dan Fasilitas di Trans TV selama empat tahun.

Jenjang karirnya kian menanjak dengan terpilihnya Tama sebagai Direktur Operasi Trans TV (2004 - 2005). Setelah itu, dia dipercaya menjadi Wakil Presiden Direktur Trans TV hingga 2008.

Saat Trans TV mulai mengepakkan sayap membentuk Trans 7, Wishnutama juga ditunjuk sebagai Presiden Direktur Trans 7. Posisi ini dipegangnya sekaligus hingga 2008.

Usai menjadi Presdir Trans 7 dan Wakil Presdir Trans TV, dia resmi menjabat sebagai Presiden Direktur Trans TV. Jabatan itu dipegangnya sejak 2008 - 2013, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Detik.com.

Jalan baru Wishnutama mulai terlihat saat dirinya keluar dari Trans Corp dan membentuk televisi sendiri, NET TV. Dia menjadi Presiden Direktur di televisi bertagline 'Televisi Masa Kini' itu.

Jabatan itu dipegang hingga awal 2019. Pada April 2019, Wishnutama menjadi Komisaris Net TV. Pada rentan waktu tersebut, namanya juga tercatat sebagai komisaris di Kumparan.com sejak 2017.

Selain di industri media, dia juga memiliki bisnis restauran Parc 19 lewat PT Global Tama Nusantara. Namanya kian melejit setelah menjadi Direktur Kreatif seremoni pembukaan dan penutupan Asian Games 2019.

Wishnu juga menjadi Ketua Pengurus Asosiasi Televisi Nasional Indonesia sejak Agustus 2017. Beberapa karyanya dalam industri media seperti program Dunia Lain, Opera Van Java, On The Spot, Indonesia Mencari Bakat, Patroli, Gebyar BCA hingga Extravaganza.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia