Magang Nasional 2026 Dibuka untuk 150 Ribu Peserta, Anggaran Rp6,26 T
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, MALANG—Polres Kota Malang meringkus motivator Agus Setiyawan atau dikenal Agus Piranhamas di Kota Surabaya, Jumat (18/10/2019). Penangkapan itu dilakukan setelah beredarnya video penganiayaan yang dilakukan Agus Piranhamas dengan cara menampar sejumlah pelajar SMK Muhammadiyah Malang di sela-sela memberikan seminar.
"Tersangka berinisial AG [Agus] sudah kami amankan, tadi sekitar pukul 14.00 WIB. Penangkapan dilakukan tim di wilayah Surabaya," kata Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander kepada wartawan usai menemui siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang yang menjadi korban penamparan, Jumat (18/10/2019).
Selain sebagai motivator, Agus yang juga sebagai pakar internet dan bisnis online ini dijerat UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014, karena diduga melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur.
"Tersangka dijerat Pasal 80 UU No 35 Tahun 2014, karena melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Proses penyidikan segera akan dilakukan, setelah tersangka berhasil diamankan siang tadi," paparnya.
Kapolresta menyatakan pemeriksaan segera akan dilakukan guna mengungkap motif dari aksi kekerasan yang terjadi. "Nanti akan dilakukan pemeriksaan dan bisa kita lihat nanti, apa motif dibalik aksi kekerasan yang dilakukan oleh tersangka," katanya.
Sebelumnya salah seorang siswa korban penamparan motivator, Arafi, siswa kelas 10 Multi Media SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang mengaku mendapat tamparan di mulut, Kamis (17/10/2019). Ia mengatakan ada 10 anak yang dipanggil ke depan oleh Agus karena menertawakan kesalahan tulis goblog dan harusnya goblok oleh staf sekolah.
"Siswa yang dipanggil ke depan adalah siswa yang duduk di barisan depan dan nomor dua. Saya kira disuruh apa, ternyata ditampar," ucapnya.
Ia mengakui memang menertawakan dan saat ditanya siapa yang tertawa, siswa tidak mengaku. Karena tidak ada yang mengaku itulah, siswa yang duduk di barisan depan disuruh maju.
Dalam kegiatan motivasi kewirausahaan dengan mendatangkan motivator Agus Setiawan itu diikuti oleh siswa kelas 10-12 program keahlian TKJ dan Multi Media.
Arafi mengaku tidak menceritakan kejadian itu pada orangtuanya. Namun, wali kelas datang ke rumahnya, sehingga orang tuanya menjadi tahu. "Ada teman saya yang sampai mimisan dan hari ini tidak masuk sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah siapkan Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi 2026, targetkan ratusan ribu peserta.Kata Kunci SEO
Afrika Selatan menjadi tim ke-13 yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berikut daftar lengkap negara yang sudah memastikan tiket ke fase gugur.
Kaspersky mengungkap kampanye malware baru yang menyebar melalui akun WhatsApp yang diretas dengan menyamar sebagai invoice dan laporan bank.
FIFA menjatuhkan skorsing lima pertandingan kepada Assim Madibo setelah tekel kerasnya menyebabkan Ismael Kone mengalami patah tulang pada Piala Dunia 2026.
Meta dikabarkan mengembangkan Arena, aplikasi prediksi berbasis AI yang dipersiapkan untuk menantang dominasi Polymarket dan Kalshi di pasar global.
Rasa kantuk setelah berhubungan intim ternyata dipengaruhi hormon oksitosin, prolaktin, dan endorfin yang membantu tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak.