Harga Mentimun Naik Dua Kali Lipat, Petani Wonogiri Untung Besar
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Bendera hitam yang identik dengan simbol HTI dikibarkan sejumlah siswa di kompleks SMKN 2 Sragen./Istimewa-Endro Supriyadi
Harianjogja.com, SRAGEN—Foto yang menggambarkan sejumlah siswa dan guru SMKN 2 Sragen berdiri sambil membentangkan bendera Palestina dan bendera berlafal tauhid pada kain hitam yang identik dengan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beredar di media sosial.
Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen, Endro Supriyadi, menyesalkan berkibarnya apa yang dia sebut bendera HTI di kompleks sekolah negeri. Sekolah yang menjadi tempat penyelenggara pendidikan untuk mencetak generasi muda yang berwawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air hendaknya bisa steril dari virus intoleran dan radikalisme.
“Kami meminta Pemkab Sragen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan instansi terkait agar serius mengawasi pembinaan siswa agar terhindar dari pengaruh paham keagamaan yang salah,” ucap Endro dalam jumpa pers di Kantor PCNU Sragen, Rabu (16/10/2019).
Belum diketahui kapan bendera itu dikibarkan di kompleks SMKN 2 Sragen. Diduga bendera itu dikibarkan oleh sejumlah siswa yang tergabung dalam kegiatan Rohis di bawah binaan guru agama sekolah setempat.
Berkenaan dengan itu, GP Ansor mendesak Disdikbud dan instansi terkait untuk memberikan sanksi atau teguran kepada guru atau pegawai di lingkungan sekolah yang terbukti menyebarkan paham radikalisme kepada siswa.
“Kami juga menyerukan kepada orang tua siswa dan elemen masyarakat untuk menjaga generasi muda agar tidak tertular virus radikalisme dan ekstremisme yang sudah menjalar ke lembaga pendidikan,” papar Endro.
Sebagai upaya menanggulangi paham radikalisme menjalar ke sekolah-sekolah, kata Endro, GP Ansor Sragen bersedia diajak kerja sama untuk memberikan pendampingan dalam kegiatan keagamaan baik intra maupun ekstra.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 2 Sragen, Joko Daryanto, berujar,“Mohon maaf saya belum bisa memberikan klarifikasi. Saya justru baru tahu ada persoalan tersebut. Itu pas acara apa? Dalam rangka apa? Saya belum tahu. Saya perlu minta penjelasan dari guru yang bersangkutan dulu.”
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sedang mendalami dugaan keterlibatan oknum guru terkait pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh sekelompok pelajar di SMKN 2 Sragen. Ganjar menegaskan, apabila terbukti melanggar dan ada faktor kesengajaan, pihaknya tidak akan memberikan ampun.
"Sedang kami dalami, ada dugaan oknum guru yang terlibat dalam pengibaran bendera itu. Saya sudah cek medsosnya dan lainnya. Kalau memang melanggar dan ada faktor kesengajaan, saya tidak ada ampun soal itu," kata Ganjar melalui siaran persnya Kamis (17/10/2019).
Meski begitu, pihaknya tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Pihaknya tetap meminta klarifikasi dari sejumlah pihak terkait, baik dari siswa, kepala sekolah maupun oknum guru terkait kejadian yang sempat viral di media sosial itu.
Untuk keperluan itu, pihaknya juga telah menerjunkan tim khusus ke sekolah tersebut. Tujuannya untuk mengorek informasi sedetail mungkin terkait peristiwa tersebut.
"Tetap kami dalami dulu, kami sudah terjunkan tim yang bertugas soal itu. Biar tidak berperasangka buruk. Mudah-mudahan bisa memberikan klarifikasi dengan baik, kalau tidak ya pasti saya beri sanksi tegas," tuturnya.
Disinggung apakah kegiatan belajar mengajar di SMKN 2 Sragen telah terpapar radikalisme, Ganjar belum menyimpulkan sampai di situ. (k28)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia & Solopos
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Kemenkop melatih 29.830 calon Manajer KDKMP melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk mendukung pengelolaan koperasi yang profesional.
Prabowo menegaskan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan TNI, Polri, kementerian, dan masyarakat untuk swasembada pangan.
Dalam ajang tersebut, Sampoerna Retail Community (SRC) dianugerahi penghargaan dalam kategori Jejaring Ritel Pendukung Ekonomi Lokal.
Kulonprogo masih menunggu regulasi pusat terkait penyaluran bansos melalui KDMP. Sebanyak 10 gerai telah rampung dan siap diverifikasi.
Morning anxiety dapat membuat seseorang merasa cemas sejak bangun tidur. Kenali penyebab, gejala, dan penjelasan para ahli mengenai kondisi ini.