10 Proyek PSEL Ditargetkan Dikebut Pemerintah pada 2027
Pemerintah menargetkan sekitar 10 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL dipercepat dan selesai pada 2027.
Kapal ikan hasil sitaan ditenggelamkan, di perairan Tanjung Benoa, Bali, Minggu (19/2)./Antara-Wira Suryantala
Harianjogja.com, JAKARTA--Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal asing yang melakukan aktifitas perikanan di wilayah Indonesia.
Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman menyebut ada dua kapal perikanan asing (KIA) yang berhasil diamamkan, terdiri dari satu kapal berbendera Vietnam dan satu lagi berbendera Malaysia.
Penangkapan KIA Vietnam terjadi di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEEI) Laut Natuna Utara Kepulauan Riau pada Minggu (13/10/19). Kapal dengan nama KG 94626 TS (58 GT) ini ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 11 yang dinakhodai Capt. Mohamad Slamet pukul 15.20 WIB.
"Diamankan pula 14 orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam bersama alat tangkap terlarang pair trawl," kata Agus di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
Penangkapan ini bermula dari deteksi awal pada 11 dan 12 Oktober 2019 melalui operasi pemantauan udara (air surveillance). Ditemukan KIA Vietnam sedang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711.
Atas dasar hasil pemantauan udara tersebut, tiga kapal pengawas perikanan, KP. Orca 01, KP. Orca 03, dan KP. Hiu 11 bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencegatan (intercept) atas KIA Vietnam yang terdeteksi melakukan kegiatan penangkapan secara ilegal di perairan Indonesia.
Kemudian, pada 13 Oktober 2019 sekitar pukul 14.30 WIB, KP. Hiu 11 berhasil melakukan deteksi secara visual atas satu KIA Vietnam KG. 94626 TS, dan kemudian dilakukan prosedur penghentian, pemeriksaan, dan penahanan (henrikhan).
Sementara itu, KIA Malaysia diamankan oleh KP. Orca 03 yang dinakhodai Capt. Muhammad Ma’Ruf pada 14 Oktober 2019. Kapal dengan nama JHF 6388 TU2 (28 GT) dengan awak kapal satu orang diduga berkewarganegaraan Laos, dideteksi pertama secara visual oleh KP. Orca 03 pada hari yang sama pukul 09.10 WIB.
Kapal ini berada di dalam garis Batas Landas Kontinen (BLK) Indonesia. Setelah dilakukan pengejaran oleh KP. Orca 03, kapal berbendera Malaysia ini tertangkap pada pukul 09.26 WIB.
Dua kapal tersebut lantas digiring menuju Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau. Agus menjelaskan poses penyidikan dari penangkapan ini akan dilakukan oleh Peyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Pangkalan PSDKP Batam.
"Para pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," tegasnya.
Adapun penangkapan ini menambah jumlah KIA yang ditangkap oleh KKP karena melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Selama 2019, sejumlah 51 KIA yang terdiri dari 20 Malaysia, 19 Vietnam, 11 Filipina, dan 1 Panama berhasil ditangkap oleh armada kapal pengawas perikanan KKP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah menargetkan sekitar 10 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL dipercepat dan selesai pada 2027.
Negara-negara ASEAN menyepakati Deklarasi Bali untuk melindungi hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform digital dan AI.
Warga Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran rumah tangga dan praktik pemadaman api bersama Damkarmat Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.