Pemerintah Genjot Sektor Riil untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini Sabtu, 06 Juni 2026 13:37 WIB
Pemerintah Genjot Sektor Riil untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi UMKM - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat berbagai program strategis di sektor riil sebagai langkah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa penguatan sektor riil menjadi prioritas utama agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta dunia usaha.

Menurutnya, meski kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan program diperlukan agar momentum pertumbuhan tidak melambat di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

“Pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat,” ujarnya usai rapat koordinasi ekonomi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Fokus pada pangan, energi, dan hilirisasi

Prasetyo menjelaskan, sejumlah sektor prioritas yang akan didorong meliputi ketahanan pangan, energi, perikanan, serta program industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan penguatan daya saing industri dalam negeri.

“Terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, termasuk industrialisasi dan hilirisasi,” katanya.

Sinergi fiskal dan moneter diperkuat

Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan ekonomi, termasuk Bank Indonesia, DPR RI, serta otoritas fiskal. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Hadir dalam pertemuan itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal.

Prasetyo menilai koordinasi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global, termasuk volatilitas nilai tukar dan dinamika ekonomi internasional.

“Ini gambaran sinyal yang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat dan intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi,” ujarnya.

Optimisme jaga stabilitas ekonomi

Pemerintah berharap sinergi tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, optimalisasi program sektor riil diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Dengan langkah percepatan ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang stabil meskipun tekanan eksternal masih berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online