Timnas Indonesia U-15 Tekuk Panama 5-3, Lolos ke Perempat Final
Timnas Indonesia U-15 mengalahkan Panama 5-3 pada babak 16 besar Tier C Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). /ANTARA FOTO- Ist (Dok Polres Pandeglang)
Harianjogja.com, JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak ada satupun agama yang mengajarkan dan membenarkan tindakan kekerasan. Apalagi, membunuh pejabat negara yang sedang menjalankan tugasnya.
Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, Zainut Tauhid Sa\'adi menanggapi teror penyerangan disertai penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto.
"Apa pun alasannya, tindakan brutal tersebut tidak dapat ditolerir. Ajaran agama mana pun tidak membenarkan tindakan kekerasan, menebar ketakutan, mencelakai orang yang tidak berdosa apalagi membunuh pejabat negara yang sedang melaksanakan tugas," tegas Zainut, Sabtu (12/10/2019).
Sekadar informasi, Menko Polhukam Wiranto diserang oleh dua terduga pelaku yakni FA dan Abu Rara (RA) usai melakukan kunjungan di daerah Menes, Purwaraja, Pandeglang, pada Kamis, 10 Oktober 2019.
Wiranto ditusuk dibagian perut sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam. Tak hanya Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan ajudan Wiranto, Fuad juga terluka akibat penyerangan itu.
MUI tidak membenarkan perbuatan tersebut. Menurut Zainut, perbuatan tersebut jauh dari nilai-nilai yang diajarkan agama. "Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama," terangnya.
MUI mengutuk dan mengecam keras penyerangan terhadap Wiranto. Zainut menduga bahwa masih banyak jaringan teroris di Indonesia yang harus dituntaskan oleh aparat penegak hukum.
"MUI meminta kepada kepolisian untuk mendalami perkara tersebut sehingga diketahui motif pelakunya dan mengungkap jaringannya agar dapat diberantas sampai ke akar-akarnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Timnas Indonesia U-15 mengalahkan Panama 5-3 pada babak 16 besar Tier C Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Satpol PP Bantul mencopot 84 spanduk dan 37 rontek yang dipasang melintang di jalan dalam patroli penertiban reklame dan media informasi.
LBH Jogja mendata 48 orang terkait kericuhan di DPRD DIY. Sebanyak 14 orang pulang, delapan ditahan, dan 26 belum diketahui keberadaannya.
Pieter Huistra mengungkap kondisi cedera Mousa Bagayoko dan menilai penampilan bek sayap PSS Sleman saat kalah 1-2 dari Borneo FC.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghadirkan inovasi Pertamina BBM Assist, chatbot berbasis WhatsApp yang membantu pelanggan
Silmy Karim dan enam pejabat imigrasi didakwa melakukan pemerasan Rp168,9 miliar dalam pengurusan izin tinggal WNA.