Kaspersky Temukan Situs Palsu Jual iPhone 18, Waspada Data Dicuri
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Menko Polhukam Wiranto (ketiga kiri) diserang dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Polisi menyebut Syahril Alamsyah alias Abu Rara, tidak menjadikan Menko Polhukam Wiranto sebagai target spesifik penusukan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara, 31, sebenarnya merencanakan serangan dengan target acak.
Abu Rara diketahui telah merencanakan serangan dengan target pemerintah dan aparat keamanan. Mereka dianggap bagian dari pemerintahan thogut (tidak sesuai dengan syariat Islam).
Hal itu terkuak dari hasil pemeriksaan Densus 88 terhadap Syahril Alamsyah. Dedi menyebutkan, setelah pemimpin sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi Abu Zee ditangkap beberapa waktu lalu, Syahril mengaku gelisah dan khawatir bila akhirnya dirinya akan ditangkap.
Kemudian Syahril hendak mempersiapkan aksi teror. Kebetulan, ada kunjungan Menko Polhukam Wiranto dan rombongan ke Universitas Mathla\'ul Anwar (Unma), Pandeglang, Kamis (10/10).
Rumah Syahril, ujar Dedi, hanya terpaut 300 meter dari Alun-alun Menes. Syahril pun berbagi tugas bersama istrinya, Fitri Andriana dalam aksi teror yang dirancangnya.
Usai acara, Wiranto dan rombongan meninggalkan kampus menuju Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggunakan mobil. Rencananya Wiranto akan kembali ke Jakarta menggunakan helikopter.
"Saat itu kebetulan ada kunjungan (Wiranto). Helikopter datang, masyarakat berbondong-bondong ke Alun-alun Menes. (Syahril) berbicara ke istrinya (Fitri). Nanti saya akan menyerang Bapak itu (Wiranto). Kamu tusuk anggota polisi yang berada dekat bapak itu," kata Dedi dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat.
Saat Wiranto turun dari mobil untuk menuju ke helipad di Alun-alun Menes, Syahril menusuk perut Wiranto menggunakan pisau dan melukai dada kiri seorang warga bernama Haji Fuad.
Sementara Fitri menyerang Kapolsek Menes Kompol Dariyanto menggunakan gunting sehingga membuat Dariyanto luka di punggungnya.
Dedi menyebutkan belum ditemukan bukti otentik bahwa pelaku mempersiapkan penyerangan terhadap Wiranto.
"Syahril melakukan serangan secara spontan. Berbagi tugas dengan istri. Dia (Syahril) tidak terlalu kenal dengan pejabat itu (Wiranto)," kata Dedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.