Waspada Siklon Bavi! Ini Wilayah RI yang Berpotensi Terdampak

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 09 Juli 2026 11:27 WIB
Waspada Siklon Bavi! Ini Wilayah RI yang Berpotensi Terdampak

Peta pergerakan Siklon Tropis Bavi yang telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-BMKG

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Indonesia bagian timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung Siklon Tropis Bavi yang saat ini masih aktif di kawasan Laut Filipina.

Plt. Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bavi terpantau berada di sebelah timur laut Filipina dan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia. Meski tidak melintasi wilayah daratan Indonesia, sistem ini tetap memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di sejumlah daerah.

“Siklon ini berkembang dari bibit siklon tropis 95W sejak awal Juli dan kini telah mencapai kategori empat, yang berarti memiliki kekuatan angin sangat tinggi di pusatnya,” ujar Andri, dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026).

Apa Itu Siklon Tropis Bavi?

Siklon Tropis Bavi merupakan sistem badai bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat dan memiliki sirkulasi angin kuat. Dalam skala internasional, kategori empat menunjukkan siklon dengan kecepatan angin sangat kencang yang berpotensi menimbulkan dampak luas, meski tidak selalu menghantam daratan secara langsung.

Dalam kasus Bavi, dampak yang dirasakan Indonesia lebih bersifat tidak langsung, yakni melalui perubahan pola angin dan gelombang laut akibat dinamika atmosfer di sekitarnya.

BMKG memprakirakan dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Bavi masih akan bertahan dengan kekuatan yang relatif stabil. Pergerakan massa udara dari sistem ini berpotensi memicu angin kencang di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya pada Jumat (10/7/2026).

Selain itu, aktivitas siklon juga meningkatkan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan. Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di wilayah Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

Adapun gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Laut Maluku serta perairan Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud. Kondisi ini berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal nelayan dan kapal kecil.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di laut dan wilayah pesisir, untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas berisiko saat kondisi cuaca ekstrem.

Dengan meningkatnya aktivitas siklon di kawasan Pasifik, masyarakat diharapkan tidak lengah meskipun pusat badai tidak berada di wilayah Indonesia. Kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko, terutama di daerah yang berpotensi terdampak angin kencang dan gelombang tinggi.

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan Siklon Tropis Bavi, termasuk potensi dampaknya terhadap wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online