Wiranto Ditusuk Teroris, Anggota TNI hingga Ulama Ikut Luka-luka

Menko Polhukam Wiranto digotong menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). - ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki
11 Oktober 2019 07:37 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, PANDEGLANG- Insiden penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto, ternyata juga menyebabkan sejumlah tokoh terluka.

Ada tiga orang yang ikut mengalami luka-luka dalam aksi penyerangan yang dilakukan Syaril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitria Andriana.

Tiga korban tersebut di antaranya adalah Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf, Serda Yogi Wahono, dan bekas sekretaris pribadi (Sespri) Wiranto yang juga ulama Mathla'ul Anwar, Fuad Syauqi.

Dirut RSUD Pandeglang, Firmansyah menyatakan, Serda Yogi Wahono mengalami luka ringan di bagian dada.

"Ajudannya Danrem luka ringan di dada sebelah kanan. Kita tangani secara medis dan juga kita sudah terapi, termasuk pemberian serum," kata dr Firmansyah, Dirut RSUD Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kemudian, korban Fuad Syauqi mengalami luka ringan di dada bagian kiri dan kanannya. Beruntung tidak menembus hingga ke paru dan mematahkan tulang iganya.

Sedangkan, Kompol Dariyanto yang mengalami luka di dada bagian atas dan dibagian punggungnya. Beruntung tidak ada luka serius dan luka tusuk yang dalam.

"Dirujuk ke RS Sari Asih, karena rumah beliau di Serang, atas permintaan sendiri, keluarga," terangnya.

Fuad Syauqi sendiri masih dirawat di RSUD Berkah Pandeglang. Sedangkan Serda Yogi Wahono sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Menurut Firmansyah, korban yang mengalami luka parah adalah Wiranto.

"Iya [Wiranto]. [Yang] dirawat Fuad, kita siapkan di ruang utama, tetap kita rawat dulu. Fuad perlu kita observasi," jelasnya.

Diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta seusai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Akibat aksi penyerangan itu, Wiranto disebut mengalami dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri.

Dalam kasus penusukan ini, polisi telah meringkus Abu Rara dan istrinya. Polisi menyebut jika Abu Rara teridentifikasi sebagai anggota kelompok teroris, JAD.

Sumber : Suara.com