Bukan Pagi, Pelantikan Presiden Dilakukan Sore Hari

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin sebelum memimpin rapat pleno Komite Nasional Keuangan Syariah di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/2). - ANTARA/Puspa Perwitasari
09 Oktober 2019 15:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pelantikan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan pada Minggu (20/10/2019) mendatang. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berencana menyelenggarakan pada sore hari.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa ada beberapa pertimbangan kenapa pelantikan Presiden dan Wapres bukan dilakukan pagi hari.

“Kita ingin mengedepankan toleransi. Karena itu hari libur, hari minggu, maka harus tidak boleh ada rakyat kita yang terganggu dalam melakukan ibadahnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Bamsoet menjelaskan bahwa pertimbangan kedua adalah setiap akhir pekan ada hari bebas kendaraan. MPR ingin publik bisa menikmati kedua acara tersebut.

“Kalau itu dilakukan pagi jam 10, maka seluruh jalan protokol harus ditutup. Karena kondisi kelancaran dan keamanan bagi tamu-tamu negara yang terdiri dari perdana menteri, presiden, dan utusan dari negara-negata sahabat kita. Jadi itu pertimbangannya,” jelasnya.

Pelantikan yang dilakukan sore hari ini dipastikan Bamsoet bukan karena alasan keamanan. Apalagi mahasiswa berencana akan berdemonstrasi saat pelantikan kepala negara.

“Kalau ada yang niat masih mau demo, saya imbau masih ada hari esok. Masih ada tanggal 21 tanggal 22. Dan kami di parlemen terbuka. Saya yakin temen-temen di DPR terbuka dan menerima berbagai aspirasi,” ucapnya.

Sumber : Bisnis.com