Rencana Ada Demo Mahasiswa saat Pelantikan Presiden, Ketua MPR RI: Kurang Elok

Bambanfg Soesatyo
08 Oktober 2019 18:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada 20 Oktober 2019 mendatang, pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019—2024. Di waktu yang sama, mahasiswa berencana menggelar demonstrasi.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pelantikan kepala negara adalah acara penting. 

“Saya berharap kepada adik-adik mahasiswa untuk mengurungkan niat demo karena harus menghormati peristiwa pelantikan presiden besok. Karena peristiwa sangat sakral bagi bangsa kita dan akan disaksikan oleh dunia,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/10/2019). 

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menjelaskan bahwa sebaiknya para mahasiswa mengutamakan nama baik bangsa dengan tidak melakukan aksi.

“Jadi, kalau adik-adik mahasiswa demo besar-besaran kurang elok bagi bangsa kita,” jelasnya. 

Demonstrasi mahasiswa terjadi karena pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan beberapa undang-undang yang tidak pro rakyat. Salah satunya tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Bamsoet, aksi mahasiswa kurang tepat. Karena sudah berlaku dan sebaiknya lakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi. 

Di sisi lain dia berharap proses pelantikan Jokowi-Amin berjalan dengan lancar demi menjaga stabilitas negara. Alasannya ini berpengaruh juga terhadap investasi dari luar negeri.

“Jadi kalau masih ada upaya upaya yang menggangu jalannya hikmat pelantikan maka patut dicurigai bahwa dia tidak ingin bangsa kita maju ke depan,” ucapnya. 

Sumber : Bisnis.com