Bantu Korban Kabut Asap, ACT Kirim Bantuan Logistik

ACT Mengirim bantuan logistik ke lokasi terdampak kabut asap. - iST/act.
24 September 2019 00:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkah armada-armada kemanusiaan untuk meredam  dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di  wilayah terdampak. Semua armada disiapkan di  Humanity Distribution Center (HDC) Gunung Sindur, Jawa Barat, untuk diberangkatkan.

 Sejumlah  armada  kemanusiaan  tersebut  antara  lain   Humanity  Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10  truk logistik yang memuat 100 ton   bantuan logiatik tahap pertama. Selain itu,   dalam waktu dekat ACT juga terus berikhtiar mengirimkan 1.000 ton  bantuan pangan melalui Kapal Kemanusiaan.

Seratus ton  bantuan logistik yang diberangkatkan melalui jalur darat hari ini di antaranya terdiri dari 20  ton  beras, gula, air  mineral, termasuk juga kebutuhan sanitasi dan obat-obatan. Selain itu,  100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan menuju Riau untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun layanan kesehatan.

Presiden ACT Ibnu Khajar menyatakan awal September, ACT telah merilis suatu kampenye dengan tema besar yaitu #IndonesiaDermawan. Tidak lama kemudian, sebuah permasalahan besar harus dihadapi masyarakat Indonesia, salah satunya bencana asap pekat di  dua pulau terbesar  Indonesia  yaitu  Sumatera  dan  Kalimantan.  Kejadian  ini   menjadi  momentum atas semangat dermawan yang digalakkan.

"Pengiriman  bantuan  pangan  dan  logistik  dalam  jumlah  masif  tidak  terlepas  dari  dampak bencana kabut asap terhadap perekonomian warga dan aksi kami dalam #IndonesiaDermawan yang telah kami galakkan. Kondisi terkini, jarak pandang tidak lebih dari 20  meter, kami pun langsung mengirimkan bantuan kesehatan untuk para masyarakat terdampak. Relawan kami di lokasi melaporkan pula bahwa saat ini  yang masih bertahan di  dalam rumah ialah para warga rentan seperti lansia, para warga miskin yang tidak mempunyai biaya untuk menghindari asap, serta bayi," jelas Ibnu dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (23/9/2019).

Dengan kondisi yang ada, ACT meluncurkan pula gerakan #SayaPeduli dan

#BantuMerekaBernapas yang merupakan gerakan turunan dari #IndonesiaDermawan. “Gerakan ini  merupakan bentuk konkret kepedulian ACT atas masyarakat yang menjadi korban bencana asap,” ujarnya.

Sumber : Antara