Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditya Mulya Ramdhani, belum sadarkan diri usai tiga bulan dirawat di Singapura./Okezone-Taufik Budi
Harianjogja.com, SEMARANG- Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani yang dikeroyok saat mengamankan perkelahian para pendekar silat hingga kini belum sadarkan diri.
Korban kini pulang ke Tanah Air setelah tiga bulan menjalani perawatan medis di Singapura. Meski demikian, belum ada perkembangan berarti, bahkan kondisinya masih belum siuman atau sadarkan diri.
Aditya dengan didampingi keluarga mendarat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Selasa 16 September 2019. Mereka disambut Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel beserta jajaran.
Suasana haru terjadi saat Kapolda menghampiri dan mencium Aditya yang terbaring lemah di kasur perawatan. Sementara Ketua Bhayangkari Polda Jateng tampak memeluk istri Aditya untuk menguatkannya.
"Dia (Aditya) adalah salah satu putra terbaik Polda Jawa Tengah," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja, Sabtu (21/9/2019).
"Dia melaksanakan tugas pengamanan terhadap kelompok-kelompok massa yang terjadi konflik. Kemudian menjadi korban saat bertugas sampai mengorbankan dirinya (terluka parah di kepala akibat pukulan benda tumpul)," paparnya.
Sebagaimana diketahui, Aditya menjadi korban pengeroyokan massa saat melaksanakan tugas pengamanan perkelahian antar-perguruan silat di Kabupaten Wonogiri pada 8 Mei 2019.
Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga diputuskan dibawa ke Singapore General Hospital untuk menjalani perawatan intensif.
"Sampai saat ini kondisinya masih belum sadar. Sudah di kediaman (Pandanaran Hills Semarang) di bawah pengawasan Bidokkes Polda Jateng. Selanjutnya rawat jalan di Indonesia," terang Agus.
Dia menambahkan, Aditnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi kompol. Kenaikan pangkat itu sesuai Surat Keputusan Kapolri terkait pemberian penghargaan kepada Aditya Mulya dalam Nomor Kep/918 N/2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag