KSPSI DIY Gelar Bedah Kasus Perselisihan Hubungan Industrial
Disnakertrans DIY meminta buruh memanfaatkan waktu 50 hari untuk menyiapkan gugatan ke PHI dengan bukti yang lengkap.
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 beregister PK-LQP di apron bandara. /Jetphotos
Harianjogja.com, BALIKPAPAN - Pesawat Lion Air dari Jakarta tujuan Tarakan batal mendarat di Bandara Juwata, Minggu(15/9/2019). Pesawat dengan nomor penerbangan JT 626 tersebut batal mendarat karena kabut asap.
Akibat kabut asap, pesawat yang rencananya mendarat di Bandara Juwata pada pukul 08.40 WITA, akhirnya mengalihkan pendaratan ke Bandara Sepinggan Balikpapan.
Evi salah satu penumpang Lion Air mengatakan sebelumnya pesawat berada di atas Kota Tarakan untuk mendarat.
"Namun batal, akhirnya balik arah menuju Bandara di Balikpapan, sekitar 50 menit," kata Evi di Bandara Sepinggan, Balikpapan.
Setibanya di Bandara Sepinggan, para penumpang diminta menunggu di ruang tunggu sambil menunggu kabar selanjutnya.
"Habis ini harus langsung ke Malinau untuk acara kemitraan, tapi ini belum tahu kapan waktu keberangkatan lagi," kata Evi yang merupakan PNS di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Disnakertrans DIY meminta buruh memanfaatkan waktu 50 hari untuk menyiapkan gugatan ke PHI dengan bukti yang lengkap.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Empat remaja diamankan dalam kasus pembacokan pelajar di Sanden, Bantul. Polisi masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.