Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Ilustrasi korban miras (Solopos-Whisnupaksa)
Harianjogja.com, SOLO - Pemasok minuman keras (miras) oplosan kepada lima orang yang meninggal seusai pesta miras di pinggir Sungai Bengawan Solo wilayah Beton, Sewu, Jebres, Solo, Senin (9/9/2019) mulai diburu aparat Polresta Solo.
Kelima korban yang meninggal dunia itu yakni Budiyono alias Ateng dan Agilmailanto, keduanya warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, kemudian Joko Semedi dan Klowor, keduanya warga Mojolaban, Sukoharjo, dan Supardi alias Iput warga Palur, Karanganyar.
Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengatakan telah memerintahkan anak buahnya untuk segera menangkap pemasok miras oplosan itu.
“Segera kami kumpulkan saksi-saksi dan pasti akan kami proses perkara ini. Kami juga akan mengecek ke laboratorium untuk mengetahui kandungan miras itu dan mengetahui apakah korban meninggal itu benar karena miras. Ini anggota seluruhnya sudah bergerak semua mencari penjualnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).
Diperoleh informasi, miras yang ditenggak lima orang yang berpesta miras itu bukanlah ciu atau miras yang biasa mereka minum. Salah seorang warga Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Agung Santoso, mengungkapkan pada Minggu (8/9/2019) mereka diberi sampel miras oplosan atau yang lebih dikenal dengan sebutan miras anggi.
Mereka diberi miras itu dengan alasan sampel setelah diracik. Lalu pada Senin (9/9/2019) mereka lanjut minum miras sampel itu.
"Yang jelas miras itu bukan ciu. Kalau ciu mereka semua terbiasa minum sejak lama. Pelaku yang memberi miras tidak ikut minum, dia tinggal di Jebres dan Jaten,” ujar Agung.
Menurutnya, warga lantas beramai-ramai mencari orang yang memberi miras itu. Namun upaya itu tak berhasil. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Warga lainnya, Danang, mengatakan miras sampel itu berwarna cokelat dan apabila dikocok berwarna menyerupai kecap manis. Ia menjelaskan kelima korban yang seluruhnya berusia 45 tahunan itu sangat sering minum ciu.
Ia mengibaratkan setiap hari mereka harus minum ciu walaupun hanya satu gelas kecil. Baru kali itu mereka mencoba miras jenis lain dengan alasan percobaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap banyak fitur canggih mobil jarang digunakan, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan.
Perubahan aliran sungai membuat Pantai Baron Gunungkidul punya wajah baru dan menarik wisatawan. Pemkab meminta kawasan tetap bersih dan tertib.
Fajar/Fikri tetap di peringkat 2 dunia ranking BWF per 25 Agustus 2026. Sabar/Reza juga masuk 10 besar di posisi ketujuh.
Aplikasi iPhone tidak muncul di Home Screen atau Search? Simak cara menemukan aplikasi tersembunyi di iOS 18 melalui Settings dan App Library.