Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, SOLO- Minuman keras oplosan menelan lima korban jiwa di Solo, Jawa Tengah.
Lima orang tewas seusai minum minuman keras (miras) oplosan jenis anggi. Kelima orang yang tewas tersebut, Budiyono (48), Agimailanto, Joko, Iput dan Klowor.
Saat ini polisi masih memburu penjual miras oplosan yang diduga dicampur dengan etanol tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh dari keluarga korban Budiyono alias Ateng, Sri Lestari (36), sebelum tewas Ateng meminum miras oplosan bersama empat rekannya. Awalnya, Ateng sudah meminum miras tersebut pada Minggu (8/9/2019).
"Lalu pada Senin (9/9/2019), Lik Ateng saat memancing bersama empat temannya kembali minum. Setelah pulang dia merasakan pusing," kata Sri di rumahnya yang berada di Kawasan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.
Setelah mengeluh pusing, Sri melanjutkan, Ateng juga tidak bisa melihat. Kemudian sang kakak sempat mengerok tubuh korban karena dikira hanya masuk angin biasa.
"Tetapi setelah dikerok, Lik Ateng malah tidak lagi terdengar suaranya. Saat saya lihat ke atas (kamarnya) Lik Ateng sudah meninggal dunia. Meninggalnya Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 05.30 WIB," ungkapnya.
Selain Ateng, korban lain yang minum miras juga meninggal. Di antaranya Joko meninggal pada hari yang sama, dua korban lain yakni, Joko dan Iput meninggal pada Selasa (10/9/2019) malam.
Sedangkan korban terakhir, Klowor meninggal pada Rabu (11/9/2019) sore saat dirawat di RSUD dr Moewardi, Solo.
Tetangga Ateng, Agung Santoso (35) mengatakan, sebelumnya ada seorang penjual yang memberikan sampel miras oplosan kepada para korban.
"Satu botol itu dijadikan sampel saja, kemudian korban membeli lagi dan diminum saat mancing di pinggir Bengawan Solo. Kalau penjualnya sudah kabur," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.